Minggu, 18 November 2018

Banyuwangi Tour de Ijen Semakin Menantang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pebalap sepeda Banyuwangi Tour de Ijen (BTdI) 2012 menuntun sepeda nya ketika tanjakan dalam etape kedua memasuki kawasan wisata Gunung Ijen, Banyuwangi, Jatim, Sabtu (8/12). ANTARA/M Risyal Hidayat

    Sejumlah pebalap sepeda Banyuwangi Tour de Ijen (BTdI) 2012 menuntun sepeda nya ketika tanjakan dalam etape kedua memasuki kawasan wisata Gunung Ijen, Banyuwangi, Jatim, Sabtu (8/12). ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.COBayuwangi - Lomba balap sepeda bertajauk International Banyuwangi Tour de Ijen 2014 yang akan berlangsung 16-19 Oktober 2014 menjanjikan tantangan yang lebih berat dibanding pada tahun lalu. 

    "Banyuwangi Tour de Ijen selalu menyisakan cerita yang menarik bagi pembalap," kata anggota Panitia Pelaksana Internasional Banyuwangi Tour de Ijen, Achmad Khaerullah, dalam konferensi pers, Rabu, 8 Oktober 2014. (Baca: Tour de Ijen Angkat Banyuwangi ke Dunia)

    Tantangan lebih berat tersebut, antara lain, bisa dilihat dari jarak tempuh yang harus dilahap setiap peserta. Tahun ini, jarak tempuh International Banyuwangi Tour de Ijen adalah 622 kilometer. Bandingkan dengan tahun lalu yang hanya 606,5 kilometer.

    Achmad Khaerullah mengatakan jarak 622 kilometer yang harus ditempuh setiap peserta itu terbagi dalam empat etape. Etape pertama dimulai dari Pendapa Kabupaten Banyuwangi menuju Pantai Pulau Merah. Jaraknya 180,7 kilometer. "Ini rute pemanasan," kata Achmad. 

    Etape kedua akan menempuh jarak 100 kilometer. Para peserta akan menyusuri sisi selatan Banyuwangi. Dalam etape ini, medan tempuh masih tergolong ringan karena kondisi jalan masih datar. (Baca: Pembalap Jerman dan Denmark Ikuti Tour de Ijen)

    Para peserta baru akan memasuki jalur "neraka" saat masuk etape ketiga. Etape ini akan dimulai di Kecamatan Muncar dan berakhir di Paltuding, Ijen. Jarak tempuh etape ini 201,7 kilometer. Etape terakhir, para pembalap akan kembali menempuh rute datar sepanjang 140,5 kilometer, dari Kecamatan Kalibaru hingga kantor Pemkab Banyuwangi.

    Penanggung jawab Panitia, Guntur Priambodo, mengatakan tanjakan menuju Gunung Ijen pada etape ketiga merupakan salah satu tanjakan balap sepeda paling ekstrem di Asia. Tanjakan ini, tutur Guntur, dipilih karena peserta memang mencari rute yang paling menantang. "Tahun ini lebih berat karena Banyuwangi harus bersaing dengan ajang balap di Tiongkok dan Jepang. Jadi, kami harus bikin yang lebih menantang," ujarnya. 

    Tahun ini ada 20 tim yang ikut acara ini, terdiri atas 14 tim luar negeri dan enam tim dalam negeri. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi telah menggelar Banyuwangi Tour de Ijen sejak 2012. Ajang tahunan ini tercatat sebagai agenda rutin Persatuan Balap Sepeda Internasional (UCI) dengan kelas 2.2. 

    IKA NINGTYAS

    Baca Juga:
    Petr Cech Ancam Hengkang dari Chelsea  
    Lionel Messi Ternyata Seorang Introvert  
    Cesc Fabregas Dukung Referendum Catalonia  
    Catalonia Merdeka, Barcelona Didepak dari La Liga


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.