Senin, 1 Juni 2020

Cerita Diva Renata Diajak Bob Hasan Belanja Kebutuhan Bulanan

Reporter:

Irsyan Hasyim (Kontributor)

Editor:

Hari Prasetyo

Selasa, 31 Maret 2020 19:53 WIB

Atlet lompat galah putri, Diva Renatta Jayadi mengikuti Pelatnas Atletik di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat, 11 Oktober 2019. ANTARA/Hafidz Mubarak A

TEMPO.CO, Jakarta- Atlet putri lompat galah, Diva Renata Jayadi, mengatakan sedih atas meninggalnya Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Selurub Indonesia, Mohammad Hasan, atau yang lebih dikenal dengan nama Bob Hasan. Pengusaha yang sempat dijuluki raja kayu itu meninggal pada usia 89 tahun. "Om Bob baik banget dan perhatian sama atlet-atletnya," kata Diva saat dihubungi Tempo, Selasa, 31 Maret 2020.

Atlet kelahiran 24 Januari 2002 menyebutkan bahwa Bob Hasan layaknya orang tua bagi penghuni Pelatnas /atletik. Sebagian atlet junior pelatnas yang berasal dari daerah tidak kesulitan beradaptasi dengan mantan Menteri Perdagangan dan Industri pada masa pemerintah Presiden Soeharto ini. "Walaupun jauh dari orang tua tapi semua kebutuhan disiapin sama beliau, malah suka diajak belanja bulanan juga supaya kebutuhan atletnya tersedia. Om Bob mau banget atlet-atletnya berprestasi," kata dia.

Bob Hasan meninggal di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa, 31 Maret 2020, pukul 11.00 WIB. Pria kelahiran Semarang, Februari 1931 ini, mengembuskan napas terakhir setelah berjuang melawan penyakit kanker dan paru-paru yang dideritanya.

Advertising
Advertising

"Sudah beberapa waktu belakangan ini beliau bertarung dengan penyakit kanker di beberapa bagian, terutama di paru-paru dengan usianya yang sudah cukup lanjut juga. Jadi memang cukup berat perjuangannya," ujar Sekretaris Jenderal PB PASI Tigor Tanjung melalui pesan singkat di Jakarta, Selasa.

Wafatnya Bob Hasan menjadi kehilangan yang besar bagi dunia atletik Indonesia. Sejak menjabat sebagai Ketua Umum PB PASI pada 1976, Bob Hasan telah melahirkan sejumlah atlet nasional yang diperhitungkan di dunia. Beberapa di antaranya, Suryo Agung Wibowo, Triyaningsih, Maria Londa, dan Lalu Muhammad Zohri.

IRSYAN HASYIM