Selasa, 7 Juli 2020

Minat Gowes Kian Meningkat, Ini Tips Bersepeda dari PB ISSI

Reporter:

Antara

Editor:

Nurdin Saleh

Rabu, 1 Juli 2020 06:48 WIB

Warga mengayuh sepedanya saat melintas di jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa, 30 Juni 2020. Untuk menyikapi maraknya penggunaan sepeda sebagai sarana transportasi oleh masyarakat, Kementerian Perhubungan menyiapkan regulasi terkait keselamatan pesepeda yang meliputi pemantul cahaya bagi pesepeda, jalur sepeda, serta penggunaan alat keselamatan. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

TEMPO.CO, Jakarta - Persatuan Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) membagikan tips bersepeda bagi para pemula sehubungan dengan meningkatnya minat gowes di kalangan masyarakat Indonesia saat masa normal baru.

Manajer PB ISSI Oldy Sofyan membagi tahapan bersepeda ke dalam tiga tahapan, yaitu persiapan, saat bersepeda, saat istirahat, dan setelah selesai bersepeda.

Pertama, para pesepeda wajib memeriksa kondisi sepeda untuk memastikan bahwa sepedanya layak jalan.

Untuk meminimalisir dari cedera, orang yang akan bersepeda juga harus menggunakan pakaian yang sesuai dan lengan panjang, memakai helm, sarung tangan, dan masker.

"Hindari droplet dengan menggunakan pakaian lengan panjang, sarung tangan, masker, kacamatan, penutup kepala (bandana/cycling cap), membawa hand sanitizer dan handuk kecil," demikian pernyataan PB ISSI.

Setelah mengecek kondisi sepeda, selanjutnya adalah pemanasan. Hal itu, menurut Oldy, kerap dilupakan oleh para pegowes pemula yang mayoritas bersepeda hanya sebagai gaya hidup, bukan olahraga. Sebelumnya, mereka juga sudah harus menentukan berapa jarak maksimal yang akan ditempuh.

"Pemanasan dulu. Lalu, tentukan ingin bersepeda berapa kilometer, break di kilometer berapa," kata Oldy saat dihubungi pewarta di Jakarta, Senin.

Di tahapan kedua saat sedang bersepeda, PB ISSI dalam protokolnya juga mengimbau agar para pegowes berjalan di jalur khusus sepeda. Apabila bersepeda secara berkelompok, sebaiknya diatur menjadi rombongan kecil 2-4 pegowes.

Untuk menghindari tabrakan dengan pesepeda yang ada di depan atau belakang, para pegowes juga diminta untuk menjaga jarak minimal empat meter.

Tahapan yang penting namun kerap dilupakan selanjutnya adalah waktu istirahat. Oldy menyebut bahwa para pegowes setidaknya perlu istirahat 30 menit atau satu jam sebelum melanjutkan perjalanannya.

Bersepeda di tengah pandemi, menurut Oldy, memang seharusnya tetap tak lupa untuk menggunakan masker. Namun apabila bersepeda dilakukan dengan intensitas sedang hingga tinggi, ia tak menganjurkan penggunaan masker karena bisa menghambat aliran oksigen ke paru-paru.

Tahapan terakhir adalah pendinginan. Langkah ini dilakukan sebagai proses pemulihan setelah stamina banyak terkuras karena olahraga.

"Sebaiknya jangan mendadak berhenti. streching-nya intensitas rendah, streching biasa. Misal setelah bersepeda ada peregangan di tangan, punggung, dan pinggang. Setelah itu boleh istirahat atau coffee ride. Kalau langsung duduk, kita tidak tahu otot yang tadi digunakan umpama selama satu jam itu berakibat buruk," kata Oldy.