Kemenpora Diimbau Lanjutkan Prima Pratama  

Reporter

Selasa, 29 Oktober 2013 19:56 WIB

Atlit tinju putri bertanding dalam pertandingan Tinju Putri 42 KG di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) di GOR Ragunan, Jakarta, (16/9). Popnas diikuti atlet pelajar SMP-SMA dari 33 provinsi se-Indonesia dengan menggelar 19 cabang olahraga. TEMPO/Seto Wardhana

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) diimbau mengupayakan dana dan melanjutkan pembinaan atlet junior melalui Program Indonesia Emas (Prima) Pratama yang dihentikan September lalu akibat kesulitan dana. Program tersebut dinilai strategis untuk menyiapkan calon pengganti atlet elite senior yang sudah mulai menurun prestasinya.

"Sebaiknya Kemenpora dan semua pihak terkait membicarakan masalah tersebut dan mencarikan jalan keluarnya. Pembinaan para atlet junior kita melalui Prima Pratama menurut saya sangat bagus dan sangat strategis. Saya sungguh terkejut ketika diberitakan Kemenpora menghentikan pembinaan mereka melalui Prima Pratama, karena kesulitan dana," tutur Eman Sumusi dari Bidang Pembinaan Prestasi KONI Pusat.

Kalau tidak segera diupayakan agar Prima Pratama berlanjut, Eman khawatir para atlet yang pernah ikut serta akan kembali mentah. "Sehingga harus memulai dari nol lagi membina mereka," jelas Eman di Jakarta, Selasa, 29 Otober 2013.

Keprihatinan yang sama diungkapkan Sekjen PP Pertina, Martines Dos Santos. Menurut dia, ada 15 petinju junior yang dibina melalui Prima Pratama. Para petinju itu berasal dari berbagai provinsi di Indonesia.

Menurut Martines, pembinaan petinju melalui Prima Pratama sangat membantu PP Pertina dalam upaya mengembalikan kejayaan tinju amatir Indonesia. "Kami belum tahu bagaimana melanjutkan program pembinaan bagi para petinju junior tersebut, karena dana di Pertina amat terbatas. Para petinju tersebut terpaksa kami kembalikan ke provinsi masing-masing," kata Martines.

Martines mengharapkan Menpora dapat mengupayakan sumber dana lainnya untuk melanjutkan pembinaan para atlet junior tersebut, khususnya di cabang olahraga tinju.

Pada kesempatan terpisah, pembina cabang olahraga angkat besi nasional Hadi Wiharja juga mengaku sedih saat mendengar kabar penghentian Prima Pratama. "Saya bingung harus berkomentar apa, karena itu pembinaan para atlet usia 15 hingga 18 tahunan. Mereka merupakan aset sangat berharga untuk menyongsong tantangan olahraga ke depan. Kalau pembinaan mereka dihentikan karena masalah dana, saya enggak bisa berkomentar apa-apa," kata hadi yang juga mantan lifter nasional ini.

Menurut Hadi, terdapat 15 lifter junior potensial yang dibina melalui Prima Pratama. Hadi menyarankan sebaiknya hal ini sebaiknya dibicarakan bersama semua pihak terkait untuk dicarikan jalan keluarnya. "Sayang dihentikan di tengah jalan, karena mereka sudah lama dibina," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Menpora Yuli Mumpuni menyatakan pendanaan Prima Pratama dihentikan hingga Desember mendatang. Hal itu disebabkan dana untuk program ini terpaksa dialihkan guna membiayai kontingen Indonesia untuk SEA Games 2013.

Sedangkan Ketua Satuan Pelaksana Prima (Satlak Prima), Surya Dharma, mengatakan penghentian pendanaan Prima Pratama dilakukan karena tidak ada lagi dana untuk membiayai persiapan SEA Games. "Kebijakan ini memang pahit, menyedihkan. Tapi harus dilakukan," kata Surya.

Satlak Prima sejak awal mengusulkan dana Rp 515 miliar untuk persiapan SEA Games. Namun, yang disetujui Dewan Perwakilan Rakyat hanya 250 miliar. Satlak Prima terakhir menyatakan perlu tambahan Rp 60 miliar agar persiapan SEA Games berjalan dengan baik. Permintaan tambahan dana itu tidak bisa dipenuhi pemerintah.

GADI MAKITAN | AGUS BAHARUDIN

Berita terkait

Menpora: BUMN Akan Jadi Bapak Angkat 17 Cabang Olahraga

12 Juni 2021

Menpora: BUMN Akan Jadi Bapak Angkat 17 Cabang Olahraga

Menpora Zainudin Amali menyatakan badan usaha milik negara (BUMN) akan menjadi "bapak angkat" untuk 17 cabang olahraga pilihan.

Baca Selengkapnya

Anggaran Terbatas, Menpora Optimistis Target Prestasi Tercapai

23 September 2020

Anggaran Terbatas, Menpora Optimistis Target Prestasi Tercapai

Menpora Zainudin Amali yakin mampu mencapai target-target prestasi meski ada keterbatasan anggaran.

Baca Selengkapnya

Berubah, Simak Mekanisme Baru Penyaluran Dana Pelatnas Olahraga

21 Juli 2020

Berubah, Simak Mekanisme Baru Penyaluran Dana Pelatnas Olahraga

Kemenpora) mengumumkan bahwa mekanisme penyaluran dana pelatnas untuk induk organisasi cabang olahraga mengalami perubahan.

Baca Selengkapnya

Dana Olahraga Kurang, San Diego Urung Gelar World Beach Games

31 Mei 2019

Dana Olahraga Kurang, San Diego Urung Gelar World Beach Games

World Beach Games 2019 batal digelar di San Diego karena kota di California, Amerika Serikat itu tak mendapatkan cukup dana olahraga.

Baca Selengkapnya

Tips Merawat Koleksi Boneka, Jangan Taruh di Ruang Terbuka

7 April 2018

Tips Merawat Koleksi Boneka, Jangan Taruh di Ruang Terbuka

Pria ini mengoleksi banyak sekali maskot piala dunia. Bagaimana seharusnya kita menjaga agar koleksi kita tetap cantik dan aman?

Baca Selengkapnya

Kemenpora Janji Bagikan Rapel Honor Atlet Awal April

30 Maret 2017

Kemenpora Janji Bagikan Rapel Honor Atlet Awal April

"Pekan depan. Honor untuk atlet tidak akan berkurang. Mereka tetap menerima honor secara utuh dalam bentuk rapel,"

Baca Selengkapnya

Kisruh Dana Sosialisasi Asian Games, Ini Kata Erick Thohir

7 Maret 2017

Kisruh Dana Sosialisasi Asian Games, Ini Kata Erick Thohir

Ketua Umum KOI Erick Thohir menyatakan siap dipenjara jika terbukti bersalah dalam kasus korupsi dana sosialisasi Asian Games 2018.

Baca Selengkapnya

Kemenpora Siapkan Rp 10 M untuk Islamic Solidarity Games  

23 Februari 2017

Kemenpora Siapkan Rp 10 M untuk Islamic Solidarity Games  

ISG merupakan kejuaraan yang disejajarkan dengan Asian Winter Games hingga Asian Indoor and Martial Arts Games 2017.

Baca Selengkapnya

Perenang Triady Mulai Kantongi Bonus PON Rp2,045 Miliar

8 Februari 2017

Perenang Triady Mulai Kantongi Bonus PON Rp2,045 Miliar

Bonus tersebut, kata dia, akan digunakan untuk modal investasi di bidang properti

Baca Selengkapnya

Pengurus KOI Tidak Mundur Meski Ditetapkan Jadi Tersangka  

29 Desember 2016

Pengurus KOI Tidak Mundur Meski Ditetapkan Jadi Tersangka  

"Statusnya baru tersangka. Dalam AD/ART kami tidak ada aturan jika menjadi tersangka harus mengundurkan diri," kata juru bicara KOI.

Baca Selengkapnya