Rabu, 23 Mei 2018

Bersama 14 Klub Lain, PSM Makassar Ikut Ancam Mundur dari Liga 1

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain PSM Makasar. Williem Jan Pluim (kanan), Marc Anthony Klok, dan Fathul Rahman (kiri). ANTARA /Ari Bowo Sucipto

    Pemain PSM Makasar. Williem Jan Pluim (kanan), Marc Anthony Klok, dan Fathul Rahman (kiri). ANTARA /Ari Bowo Sucipto

    TEMPO.CO, Jakarta - PSM Makassar bersama 14 tim lain mengancam akan mundur dari kompetisi Liga 1 jika PT Liga Indonesia Baru (PT PIB) tidak memenuhi tuntutan mereka.

    Media Officer PSM Andi Syadzwina, Rabu, 4 Oktober 2017, mengatakan tuntutan yang disepakati bersama tim-tim lain adalah mengembalikan surat perjanjian yang sudah diserahkan pada awal kompetisi Liga 1 musim 2017.

    "Jadi, jika tuntutan tidak dipenuhi dalam tenggat 14 hari yang diberikan peserta Liga 1, klub-klub tersebut bersepakat mogok bermain," ucapnya.

    Adapun 15 klub yang hadir dan bersepakat bersatu untuk mendesak PT LIB itu adalah PSM Makassar, Arema FC, Barito Putera, Bhayangkara FC, Madura United FC, Mitra Kukar, Persegres Gresik, Persela Lamongan, Perseru Serui, Persiba Balikpapan, Persija Jakarta, Persipura Jayapura, Pusamania Borneo FC, Semen Padang, dan Sriwijaya FC.

    "Tadi sudah diundang (PT LIB), tapi mereka tidak datang (pada rapat di Jakarta). Jadi hasil meeting kemarin yang isinya tuntutan itu kami kirimkan juga ke PT LIB," ujarnya.

    Pertemuan 15 klub tersebut, tutur dia, juga membahas berbagai hal penting, seperti mempertanyakan soal regulasi penggunaan pemain U-23 yang kerap berubah tanpa koordinasi serta tolok ukur penggunaan wasit asing.

    Adapula soal gaji pemain yang dipanggil timnas masih digaji pihak klub, kebijakan kompetisi usia muda, transparansi jumlah sponsor, transparansi penggunaan anggaran, pilihan waktu pertandingan, dan formulasi ranking atau fee rating TV.

    PSM Makassar bersama klub-klub lain berharap PT LIB bisa segera memberikan jawaban agar kompetisi Liga 1 tetap bisa berlanjut.


     

     

    Lihat Juga

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Teror di Indonesia Meningkat, RUU Anti Terorisme Belum Rampung

    RUU Anti Terorisme tak kunjung rampung padahal Indonesia telah menghadapi rangkaian serangan dalam sepekan, dari tanggal 8 sampai 16 Mei 2018.