Persib Ditahan Barito Putera, Yaya Sunarya: Ayo Kerja Keras

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepak bola Persib Bandung Ezechiel Ndouasel (tengah) mengejar bola dikawal pesepak bola Barito Putera Nazar Nurzaidi (kiri) dan Dandi Maulana (kanan) pada laga lanjutan GO-JEK Traveloka Liga 1 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Jaw

    Pesepak bola Persib Bandung Ezechiel Ndouasel (tengah) mengejar bola dikawal pesepak bola Barito Putera Nazar Nurzaidi (kiri) dan Dandi Maulana (kanan) pada laga lanjutan GO-JEK Traveloka Liga 1 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Jaw

    TEMPO.CO, Bandung - Persib Bandung hanya mampu bermain imbang 0-0 saat menjamu Barito Putera dalam lanjutan Liga 1 di stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Senin, 9 Oktober 2017. Asisten Pelatih Yaya Sunarya mengatakan anak asuhnya kurang bekerja keras di laga tersebut.

    Maung Bandung--julukan Persib-- banyak mendapatkan peluang dalam pertandingan itu. Bamun gol yang ditunggu-tunggu bobotoh tak kunjung datang. Persib pun mendapat hasil seri kelimanya secara beruntun.

    "Cukup ternyata banyak peluang tapi tidak menghasilkan gol," kata Yaya. "Artinya ini kembali lagi pada kita. Kita harus kerja keras lagi karena bukan hasil seri yang kita inginkan, kita ingin menang."

    Menurut Yaya, Barito bermain cukup taktis dan mampu meredam Persib yang cukup mendominasi jalannya pertandingan. "Pertandingan yang sangat menarik, saya apresiasi bagaimana Barito menampilkan counter attack yang cepat dan tajam," kata dia.

    Ia mengucapkan selamat buat Barito karena sudah mendapat hasil satu poin. "Kita bersyukur mungkin kalimat itu yang pantas kita ucapkan dalam mensyukuri nikmat meskipun hasilnya tentu sangat mengecewakan," ujar Yaya.

    Hasil ini membuat Persib Bandung harus puas hanya menempati peringkat 11 klasemen sementara Liga 1  dengan torehan 37 poin. 

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.