Minggu, 24 Juni 2018

Legenda Dortmund: Indonesia Harus Belajar dari Jerman

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Legenda klub asal Jerman Borussia Dortmund, Karl-Heinz Riedle, saat menyambangi Indonesia di Hotel Sultan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa, 10 Oktober 2017. Tempo/Egi Adyatama

    Legenda klub asal Jerman Borussia Dortmund, Karl-Heinz Riedle, saat menyambangi Indonesia di Hotel Sultan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa, 10 Oktober 2017. Tempo/Egi Adyatama

     
    TEMPO.CO, Jakarta - Legenda klub asal Jerman Borussia Dortmund, Karl-Heinz Riedle, mengunjungi Indonesia pada Selasa, 10 Oktober 2017. Riedle mengatakan Indonesia bisa belajar banyak dari Jerman dan Borussia Dortmund soal pengembangan pemain muda. 
     
    "Kalian bisa belajar dari Jerman soal penggunaan pemain dari akademi. Untuk menghasilkan pemain muda," ujar Riedle di Hotel Sultan, Jakarta Pusat. 
     
    Mantan pemain Dortmund dan Liverpool itu mengatakan pengembangan pemain muda sangat penting dan mendasar. Ia mengetahui Indonesia ditangani oleh Luis Milla saat ini. Ia memuji Milla membawa perubahan taktis yang bagus bagi Indonesia.
     
    Namun perubahan ini akan sulit untuk terus diterapkan jika Indonesia tak mengembangkan pemain mudanya. Ia menilai para pemain muda harus mendapat jam terbang dan tingkat kompetisi yang tinggi.
     
    Hal ini, ia sebut sama dengan filosofi sepakbola yang dibawa Dortmund. "Filosofi kami, lebih pada berdasar pada penggunaan pemain dari akademi," kata Riedle. 
     
    Dortmund dikenal sebagai salah satu penghasil pemain muda kelas dunia. Mulai dari Mario Goetze, Nuri Sahin, hingga yang terbaru Christian Pulisic, dihasilkan oleh akademi Dortmund.
     
    Menanggapi masalah konsistensi pemain dari junior hingga senior, Riedle mengatakan hal itu terjadi di seluruh negara, termasuk Jerman. Ia pun mengalami hal serupa, saat masih junior dulu. Dalam suatu seleksi, ia mengatakan ada sekitar 10 pemain yang lebih hebat dari dirinya. Namun saat ini keberadaan mereka tak diketahui sama sekali. 
     
    "Sangat penting untuk tetap bekerja keras untuk berada di tim pertama," kata dia. 
     
    Karl-Heinz Riedle, 52 tahun, pernah membela Dortmund pada 1993-1997. Penyerang ini menyumbang 24 gol dalam 87 laga. Ia juga tampil pernah memperkuat Liverpool, Fulham, dan Lazio.
     

     

     

    Lihat Juga

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Pelatih Paling Mahal di Piala Dunia 2018

    Ini perkiraan jumlah gaji tahunan para pelatih tim yang lolos Piala Dunia 2018.