Barito Putera Vs Bhayangkara FC 1-0, Ini Kata Pelatih Kedua Tim

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Bhayangkara FC, Simon McMenemy. (twitter)

    Pelatih Bhayangkara FC, Simon McMenemy. (twitter)

    TEMPO.CO, JakartaBhayangkara FC gagal menjauhkan diri dari kejaran pesaingnya. Bertanding melawan Barito Putera di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, Minggu, 15 Oktober 2017, Bhayangkara takluk 0-1.

    Gol tunggal kemenangan Barito Putera dalam pertandingan kandang itu dicetak Dandi Maulana Abdulhak pada menit ke-81 dengan memanfaatkan umpan Rizky Pora.

    Hasil itu tak mengubah posisi Bhayangkara FC. Klub itu masih memuncaki klasemen dengan nilai 59 dari 29 laga. Namun selisih poinnya akan menipis menjadi 1 bila Bali United mampu mengalahkan Persiba Balikpapan malam nanti.

    Pelatih Bhayangkara, Simon MCMenemy, kecewa dengan hasil itu karena timnya sempat menguasai pertandingan. Pada babak kedua, permainan timnya sedikit melambat, sehingga kebobolan.

    "Ini kekalahan yang sangat mengecewakan, tapi bagaimana pun harus diterima, karena masih banyak pertandingan ke depan," kata MC Menemy.

    Bhayangkara FC sempat mencetak gol lewat pemain pengganti Guy Junior Nke Ondoua pada menit akhir pertandingan. Namun gol itu itu dibatalkan lantaran hakim garis menilai offside.

    Pelatih Barito Putera, Jacksen F. Tiago, menyatakan kemenangan melawan Bhayangkara FC ini merupakan hal yang luar biasa. "Memang tensi tinggi pada jalannya pertandingan hari ini, karena kita tahu tim lawan ingin menang," ucap pelatih asal Brasil itu.

    Dia bersyukur para pemainnya dapat menjaga emosi sepanjang laga berlangsung. "Kemenangan ini untuk suporter Barito Putera," ujarnya.

    Berkat kemenangan atas Bhayangkara FC, Barito Putera naik ke urutan ketujuh dengan nilai 45.

    Pada laga selanjutnya, Bhayangkara FC akan melawan PSM Makassar, sedangkan Barito Putera menghadapi Persib Balikpapan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.