Golf: Indonesia Open 2017 Berhadiah Rp 4 M, Diikuti 140 Pegolf

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suanana konferensi pers Turnamen Golf Indonesia Open 2017, Selasa 24 Oktober di padang golf Pondok Indah, Jakarta. (Humas PGI)

    Suanana konferensi pers Turnamen Golf Indonesia Open 2017, Selasa 24 Oktober di padang golf Pondok Indah, Jakarta. (Humas PGI)

    TEMPO.CO, Jakarta - Turnamen golf Indonesia Open 2017 yang akan digelar di Padang Golf Pondok Indah, Jakarta, pada 26-29 Oktober 2017, akan diikuti sejumlah pegolf top Asia. Selain itu, turnamen yang sudah digelar sejak 1974 ini akan disponsori lima BUMN.

    Dua pegolf dari sederet nama top yang akan turun di Indonesia Open 2017 adalah Gaganjeet Bhullar (India) dan Thaworn Wiratchant (Thailand). Bhullar adalah juara bertahan Indonesia Open. Dia juga memenangi turnamen yang sama pada 2013. Pegolf-pegolf top Indonesia juga tak ketinggalan akan berlaga.

    Bhullar merupakan salah satu dari lima pegolf top yang pernah dua kali menjuarai Indonesia Open. Selain Bhullar, Wiratchant dua kali memenangi turnamen ini. Tiga pegolf top lain adalah Frank Nobilo (Selandia Baru), Frankie Minoza (Filipina), dan Lu Hsi-chuen (Taiwan).

    Satu perbedaan dari penyelenggaraan-penyelenggaraan sebelumnya, turnamen kali ini didukung lima BUMN. Kelima BUMN tersebut adalah BNI, Bank Mandiri, BTN, BRI, dan Telkom Indonesia.

    “Melalui dukungan BUMN dan peran pemerintah, Indonesia Open menjadi semakin besar dan bergengsi. Tentunya saya berharap turnamen ini mampu menjadi stimulan bagi perkembangan olahraga golf di Asia dan Indonesia, khususnya,” ujar Murdaya Poo, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia (PB PGI).

    Indonesia Open 2017, yang merupakan turnamen golf seri Asian Tour, menyediakan hadiah total US$ 300 ribu atau sekitar Rp 4,07 miliar. Total pegolf yang terdaftar adalah 140 orang, dan Indonesia mendapat jatah 20 pegolf profesional serta 8 amatir.

    PGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.