Tinju Dunia: Wilder Dipuji Sebagai Reinkarnasi Ali, Holmes, Tyson

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deontay Wilder saat menghadapi Bermane Stiverne di Barclays Center, New York, Sabtu 4 November 2017. (boxingscene.com)

    Deontay Wilder saat menghadapi Bermane Stiverne di Barclays Center, New York, Sabtu 4 November 2017. (boxingscene.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden WBC, Mauricio Sulaiman, mengatakan bahwa sosok juara tinju dunia kelas berat Deontay Wilder seperti Muhammad Ali, Larry Holmes, dan Mike Tyson yang dijadikan satu.

    Sulaiman mewarisi tampuk pimpinan organisasi tinju profesional tertua kedua di dunia itu dari ayahnya yang sudah almarhum, Jose Sulaiman. Sang ayah adalah pengusaha asal Meksiko keturunan Lebanon.

    Baca: Tinju Dunia: Wilder Ditawari Laga Pemanasan, Promotornya Berang

    Presiden WBC itu berada di sisi ring, saat Wilder mempertahankan sabuk juara WBC dengan merobohkan Bermane Stiverne hanya dalam 1 ronde di Barclays Center, New York, Sabtu 4 November lalu.

    "Saya mengagumi Wilder. Dia atletis, kuat, dan cepat. Saya belum pernah melihat petinju masa kini yang melontarkan pukulan jab setajam Larry Holmes di masa lalu," kata Sulaiman.

    Presiden WBC, Mauricio Sulaiman, menunjukkan sabuk juara tinju dunia versi badan tinju yang dipimpinnya. (skysports.com)

    "Ketika Stiverne jatuh untuk kali pertama, Wilder berdiri di depannya dan berteriak: bangun! Itu mengingatkan saya pada Muhammad Ali. Stiverne bangun, namun dia akhirnya KO di ronde pertama. Spesialis menang KO ronde pertama ada dalam diri Mike Tyson," kata Sulaiman lagi.

    Sulaiman yakin jika Wilder terus menerus menunjukkan performa seperti yang ditampilkan akhir lalu, pamor tinju dunia kelas berat akan kembali lagi.

    Sulaiman menambahkan bahwa WBC sepenuhnya mendukung keinginan Wilder untuk melakukan duel unifikasi gelar tinju dunia melawan juara WBA/IBF/IBO, Anthony Joshua.

    DAILY MAIL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.