Minggu, 23 September 2018

Trump Turun Tangan, 3 Pemain Basket AS Dibebaskan Cina

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (dari kiri) PM Jepang Shinzo Abe, Presiden AS Donald Trump, dan PM Australia,  Malcolm Turnbull dalam pertemuan ASEAN Summit di Manila, Filipina, 13 November 2017. REUTERS/Jonathan Ernst

    (dari kiri) PM Jepang Shinzo Abe, Presiden AS Donald Trump, dan PM Australia, Malcolm Turnbull dalam pertemuan ASEAN Summit di Manila, Filipina, 13 November 2017. REUTERS/Jonathan Ernst

    TEMPO.CO, Jakarta - Berkat campur tangan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, tiga atlet basket University of California Los Angeles (UCLA) yang ditahan di Cina akhirnya dibebaskan. Ketiganya sebelumnya ditahan atas tuduhan mencuri di toko.

    Presiden Amerika Serikat itu mengatakan ia telah meminta bantuan Presiden Cina Xi Jinping menangani kasus tersebut. Staf pada Delta Air Lines Inc membenarkan bahwa para pemain itu adal dalam penerbangan Delta, yang berangkat dari Shanghai menuju Los Angeles.

    "Apa yang mereka lakukan itu patut disayangkan," kata Trump kepada para wartawan di Manila.

    Ia mengatakan bahwa trio pebasket itu, yang ditahan sejak pekan lalu, bisa dipenjara dalam waktu lama. Ia menggambarkan tanggapan Xi "sangat baik."

    Trump mengungkit kasus atlet basket kepada Xi pada jamuan makan malam saat presiden AS itu melakukan kunjungan kenegaraan di Beijing pada 8 hingga 10 November.

    Sementara itu, keberadaan Trump di Manila adalah untuk menghadiri pertemuan puncak pemimpin negara-negara Asia Tenggara.

    Ketika ditanya soal tiga atlet basket dan pembicaraan Trump dengan Xi menyangkut masalah itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Geng Shuang mengatakan dalam acara jumpa pers harian di Beijing bahwa ia tidak bisa memberikan keterangan lebih lanjut.

    Ketiga pebasket dari UCLA itu ditangkap oleh polisi pada 7 November di kota Cina bagian timur, Hangzhou, atas tuduhan mengutil di toko. LiAngelo Ball, Cody Riley dan Jalen Hill diperiksa kepolisian soal tuduhan mencuri di sebuah toko Louis Vuitton.

    Ketiganya tidak masuk dalam tim yang berangkat dengan pesawat untuk kembali menuju Amerika Serikat pada Sabtu.

    Seorang pejabat tinggi Gedung Putih mengatakan ketiga atlet tersebut mendapat perlakuan cukup ringan karena campur tangan Trump. "Sebagian besar karena presiden memunculkan masalah tersebut," kata pejabat tersebut kepada Reuters.

    Tim UCLA berada di Cina untuk mengikuti pertandingan melawan Georgia Tech di Shanghai pada Sabtu, yang dimenangi UCLA dengan angka 63-60.

    Pada awal pekan ini, tim-tim yang bertanding berangkat ke Hangzhou untuk mengunjungi kantor pusat perusahaan sponsor pertandingan, yaitu raksasa teknologi China Alibaba Group Holding Ltd.

    Ketiga pebasket UCLA dibebaskan dari penahanan kepolisian pada Rabu dan dikurung di sebuah hotel mewah sambil menunggu proses persidangan.

    Karena kasus itu tidak disidangkan, Komisioner Pac-12 Larry Scott, yang berbicara dengan ketiga atlet, mengatakan bahwa UCLA akan menetapkan apakah para pemain basket itu akan dikenai hukuman, demikian dilaporkan Reuters.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Richard Muljadi Ditangkap Ketika Menghirup Kokain, Ini Bahayanya

    Richard Muljadi ditangkap polisi ketika menghirup kokain, narkotika asal Kolombia yang digemari pemakainya karena menyebabkan rasa gembira.