Kamis, 26 April 2018

MotoGP: Marquez Diisukan Bakal ke Ducati, Ini Jawaban Manajernya

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Selebrasi Marc Marquez bersama timnya setelah balapan MotoGP Valencia di sirkuit Ricardo Tormo, Spanyol, 12 November 2017. Ini merupakan juara dunia MotoGP keempatnya. AFP

    Selebrasi Marc Marquez bersama timnya setelah balapan MotoGP Valencia di sirkuit Ricardo Tormo, Spanyol, 12 November 2017. Ini merupakan juara dunia MotoGP keempatnya. AFP

    TEMPO.CO, Jakarta - Manajer Marc Marquez, Emilio Alzamora, menegaskan bahwa juara MotoGP 2017 itu akan tetap mendahulukan Honda meskipun kontrak The Baby Alien dengan pabrikan Jepang itu akan habis seusai musim balap 2018.

    Marquez diisukan bakal hijrah ke Ducati setelah kontraknya dengan Honda berakhir tahun depan. Tidak hanya Ducati, Marquez konon menjadi target utama KTM yang dikabarkan berani membayar sang pembalap dengan nilai kontrak per tahun dua kali lebih besar dibandingkan yang dia terima dari Honda.

    Baca: MotoGP: Tahun Depan Ada Kemungkinan Marc Marquez ke Indonesia

    "Honda tetap akan menjadi pilihan pertama bagi Marc. Kami tidak akan pernah melupakan peran Honda, yang memberikan kesempatan bagi Marc untuk melakukan debut di MotoGP. Menang, dan akhirnya menjadi juara," kata Alzamora.

    Sebaliknya manajer Ducati, Davide Tardozzi, tetap teguh mengatakan tim pabrikan asal Italia itu sangat meminati Marquez. Seusai musim balap 2018, hampir seluruh pembalap MotoGP akan putus kontrak dengan masing-masing tim.

    Baca: Lupakan yang Empat, Marquez Kini Satu-satunya Alien MotoGP

    Hanya pembalap di tim Marc VDS dan LCR yang masih terikat kontrak. Sangat terbuka kemungkinan tim-tim kaya akan berlomba mendapatkan pembalap papan atas seperti Marquez.

    Setelah memenangi MotoGP 2017, Marquez mengatakan hendak beristirahat total dari aktivitas balap motor jenis apa pun. Hingga akhirnya dia akan kembali menunggangi motor di sesi tes resmi MotoGP pada akhir Januari di Sepang, Malaysia.

    CRASH


     

     

    Lihat Juga

     

    Selengkapnya
    Grafis

    KPU Akan Melarang Bekas Koruptor Jadi Caleg Pemilu 2019

    Di Maret 2018, Komisi Pemilihan Umum berencana menambahkan larangan bekas koruptor menjadi anggota legislatif dalam Peraturan KPU untuk Pemilu 2019.