Bulu Tangkis: Ketika Menpora Bertanding Melawan Marcus / Kevin

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi (kedua dari kiri) bersama Kevin Sanjaya dan Marcus Gideon (kanan) sebelum pertandingan di Kantor Kemenpora, 28 November 2017. Tempo/Nawir Arsyad Akbar

    Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi (kedua dari kiri) bersama Kevin Sanjaya dan Marcus Gideon (kanan) sebelum pertandingan di Kantor Kemenpora, 28 November 2017. Tempo/Nawir Arsyad Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasangan ganda putra terbaik Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, ditantang Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dalam pertandingan eksebisi bulu tangkis di Kantor Kemenpora, Selasa, 28 November 2017. Keduanya tak mau mengalah dan mampu mengalahkan Menpora, yang berpasangan dengan stafnya, lewat rubber set.

    Dalam laga eksebisi tersebut turut hadir beberapa komunitas bulu tangkis dan penggemar ganda putra Indonesia tersebut.

    Sempat terjadi peristiwa menarik saat pemanasan sebelum laga. Imam Nahrawi meminjam raket dari Marcus. Imam Nahrawi merasakan perbedaan jika menggunakan raket pemain dunia. "Wah jadi beda pukulannya. Emang beda," ujar Imam.

    Laga tersebut juga menjadi penyemangat Kevin dan Marcus sebelum menghadapi turnamen BWF Super Series Master Finals di Dubai. Keduanya akan menjadi satu dari tiga wakil Indonesia yang lolos ke turnamen mempertemukan 8 pemain terbaik di tiap nomor itu.

    "Kan udah lama mereka tidak ke sini. Para penggemar yang biasanya mendukung lewat televisi, sekarang bisa mendukung mereka langsung," ujar Imam setelah pertandingan selesai.

    Saat ditanyai mengenai persiapan dan target untuk turnamen bulu tangkis di Dubai, Marcus berkata, "Intinya kami akan berusaha semaksimal mungkin. Sedangkan target pastinya ingin juara."

    NAWIR ARSYAD AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.