Kamis, 26 April 2018

Masa Libur MotoGP, Rossi Ikut Reli Monza untuk Lepaskan Stress

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Valentino Rossi setelah memenangi Reli Monza pada Minggu 3 Desember 2017 bersama co driver Carlo Cassina. (crash.net)

    Valentino Rossi setelah memenangi Reli Monza pada Minggu 3 Desember 2017 bersama co driver Carlo Cassina. (crash.net)

    TEMPO.CO, Jakarta - Valentino Rossi mengisi waktu libur balap MotoGP dengan mengikuti lomba Reli Monza pada akhir pekan lalu. Bersama co driver Carlo Cassina, Rossi memenangi reli yang sudah 38 kali digelar sejak 1938 itu.

    Tak hanya memenanginya, Rossi juga memecahkan rekor sebagai pereli yang paling sering memenangi Reli Monza. Hingga kemenangan terakhirnya akhir pekan lalu, Rossi sudah 6 kali juara di ajang itu.

    Baca: Bintang MotoGP, Valentino Rossi, Membantah Dirinya Playboy

    "Reli Monza tahun ini adalah balapan paling sulit dibandingkan yang saya ikuti sebelumnya. Itu karena ada 4 mobil yang berpeluang menang sama besar. Namun itu karena kesalahan kami juga, tidak memperhitungkan berat mobil," ujar Rossi.

    Pada hari pertama Reli Monza, Jumat 1 Desember, Rossi dan Cassina mendapatkan hukuman penalti 10 detik karena bobot mobilnya kurang dari batas minimal. Namun dia mampu memangkas hukuman itu di akhir lomba, dan menang.

    Baca: Ternyata Lorenzo Pembalap MotoGP Bergaji Termahal, Bukan Rossi

    "Reli Monza selalu menyenangkan. Ini balapan sungguhan, namun tidak terlalu memerlukan terlalu banyak persiapan yang bikin stress. Reli ini bagus untuk melepaskan ketegangan setelah musim balap MotoGP yang penuh tekanan," kata Rossi lagi.

    Setelah mengikuti Reli Monza sebagai relaksasi, Rossi akan menghadapi tes resmi MotoGP pada 28-30 Januari 2018 di Sepang, Malaysia.

    CRASH


     

     

    Lihat Juga

     

    Selengkapnya
    Grafis

    KPU Akan Melarang Bekas Koruptor Jadi Caleg Pemilu 2019

    Di Maret 2018, Komisi Pemilihan Umum berencana menambahkan larangan bekas koruptor menjadi anggota legislatif dalam Peraturan KPU untuk Pemilu 2019.