Oleh-Oleh Liburan dari Cina, Floyd Mayweather Adopsi Seekor Panda

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Floyd Mayweather saat mengunjungi pusat pengembangbiakan panda di Chengdu, Cina, awal Desember 2017. (dailymail.co.uk)

    Floyd Mayweather saat mengunjungi pusat pengembangbiakan panda di Chengdu, Cina, awal Desember 2017. (dailymail.co.uk)

    TEMPO.CO, JAKARTA- Floyd Mayweather Jr sedang menikmati liburan musim dinginnya dengan melakukan perjalanan ke Cina. Dan dalam liburan mewahnya itu, Mayweather dibayar $US 3 juta atau sekitar Rp 40 miliar. Selain menikmati perjalannya di Cina, Mayweather juga mengunjungi salah satu penduduk lokal disana, yaitu panda.

    Menurut Daily Mail, Mayweather menemui panda raksasa yang berada di fasilitas penelitian dan pengembangbiakan di Chengdu, Cina. Pada tempat tersebut Mayweather tidak hanya melihat panda, namun ia juga mengadopsi salah satu panda.

    Baca: Tinju Dunia: De La Hoya Tantang McGregor, Mayweather: Munafik

    Panda yang memiliki nama asli Mao Du, ia rubah namanya menjadi ‘TMT Floyd Maywetaher’. Sang petinju harus mendonasikan uang sebesar 11 ribu pound sterling, atau sekitar Rp 200 juta untuk adopsi itu.

    Floyd Mayweather menerima sertifikat setelah dia mengadopsi panda raksasa di Cina yang diberi nama TMT Floyd Mayweather dengan biaya Rp 200 juta. (dailymail.co.uk)

    Mayweather pun mengambil foto dirinya dengan panda tersebut. Namun ia mengambil foto dari dinding pembatas kandang panda tersebut. Meski tidak boleh membawa pulang panda tersebut, Mayweather mendapatkan sertifikat dan boneka panda sebagai simbol bahwa dia sudah mengadopsi satwa langka itu.

    Baca: Rumor Tinju Dunia: Mayweather Akan Rematch vs Pacquiao di Cina

    Selanjutnya Mayweather menghadiri acara jumpa penggemar disana. Pada acara tersebut terdapat seseorang yang menanyakan kembalinya dia ke dunia tinju, namun Mayweather menjawab,”Saya senang dengan pensiun. Saya tidak bertarung lagi, tidak peduli berapa bayarannya.”

    DAILY MAIL | NAWIR ARSYAD AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.