Kisah Febtria, Pebulu Tangkis Berhijab Asal Indonesia di Prancis

Reporter

Editor

Ariandono

Pemain bulu tangkis tunggal putri Indonesia, Febtria Adhistya Rato Putri , yang berkarier di liga bulu tangkis Prancis. (antaranews.com)

TEMPO.CO, Jakarta -  Febtria Adisthya Rato Putri atau akrab disapa Ranggi, peringkat 3 bulu tangkis nasional Prancis, sejak 2014 meninggalkan rumahnya di Condet, Jakarta Timur untuk memenuhi ajakan bergabung di salah satu klub bulu tangkis negara tersebut.

Ranggi bergabung dengan Klub Red Stad Mulhouse dan kini dia sedang mengikuti liga Top Douze atau Top 12, liga yang hanya bisa diikuti oleh peringkat 1 - 12 di Prancis.

Perempuan berhijab itu lahir dari keluarga pecinta badminton. Hobi ayahnya, Asidikin bermain bulu tangkis membuat Ranggi mencintai olah raga ini sejak ia masih duduk di bangku kelas 2 SD. Melihat bakat anaknya, sang ayah memasukkan Ranggi ke klub Persatuan Bulutangkis Pesat di Jakarta Timur.

"Duka saya ketika kecil adalah, saya tidak seperti anak - anak lain yang punya banyak teman, masa kecil saya hanya saya gunakan untuk sekolah, latihan bulu tangkis dan pertandingan," ujar Ranggi dalam perbincangan elektronik dari Prancis dengan Antaranews baru-baru ini.

Ranggi juga mengikuti banyak turnamen dan piala pertamanya adalah juara satu antar klub se-Jabodetabek. Ayahnya, Asidikin, mengenang masa ketika menemani Ranggi ikut berbagai turnamen.

Baca: Silaturahmi ke Menpora, Tekad Marcus / Kevin Juarai Dubai Masters

"Saya temani dia di berbagai turnamen, bahkan pernah waktu itu Ranggi habis ikut turnamen dan juara 1, turun dari podium langsung ke Terminal Kampung Rambutan naik bus malam ke Bandung untuk besoknya ikut turnamen BM 77 jam 8 pagi," kata Asidikin.

Kala itu, mereka belum pernah menginjakkan kaki ke ibu kota Jawa Barat, dan akhirnya menginap di belakang terminal. "Alhamdulilah selama seminggu di Bandung Ranggi juara 1," kenang Asidikin.

Kejuaraan demi kejuaraan membuat Ranggi ingin menjadi atlet badminton sejati. Ketika kelas 5 SD, Ranggi mengikuti turnamen pekan olah raga siswa se-Indonesia di Ragunan Jakarta Timur dan meraih juara ke-2.

Di situ juga bintang bulu tangkis, Verawaty Fajrin, menawari Ranggi untuk dididik langsung. Verawaty mengajukan syarat kepada Ranggi yaitu tinggal di asrama atlet. Namun, Asidikin keberatan karena Ranggi masih sekolah dasar, dan menawarkan agar setiap hari Ranggi diantar usai sekolah ke tempat latihan.

"Verawaty setuju, tapi mengharapkan Ranggi setelah lulus SD masuk ke SMP atlet di Ragunan," kata Asidikin.

"Saya bersyukur karena semua biaya ditanggung pusat pelatihan. Bulu tangkis ini menurut saya olah raga yang mahal, untuk latihan privatnya hitungan perjamnya saja sudah mahal," katanya.

Setelah lulus SD, Ranggi punya pilihan masuk SMP negeri favorit karena nilainya yang tinggi. Namun, dia memilih masuk ke SMP atlet. Keseriusan Ranggi dalam berlatih membawanya menang kompetisi Sirnas (sirkuit nasional) dan mendapatkan juara 1 sebanyak 2 kali berturut-turut.

Dia berharap dapat masuk Pelatnas, namun kenyataan berkata lain sehingga rasa kecewa dan kesal sempat membuatnya ingin berhenti dari bulu tangkis. Keluarga pun memberi semangat agar Ranggi tetap aktif menekuni bulu tangkis.

Ketika lulus SMA, Ranggi memutuskan untuk melanjutkan menjadi pebulu tangkis di Klub Mutiara Bandung. Prestasinya membuat dia ditawari bergabung dengan Klub Red Stad Mulhouse di Prancis.

Ketika ditanya targetnya, Ranggi mengatakan "ingin seperti Susy Susanti, mengharumkan nama Indonesia dengan bulu tangkis."

Atlet Berhijab

Ranggi juga menceritakan pengalamannya datang pertama kali ke Prancis. Ketika itu dia mengenakan hijab kecuali di lapangan.

"Seiring waktu, kalau pakai hijab lalu dilepas itu rasanya aneh. Ini tahun ke-4 saya bermain di Prancis, tahun sebelumnya saya tidak pakai hijab di lapangan," katanya.
Saat-saat awal di Prancis, Ranggi latihan mengenakan baju dan celana pendek. Setelah satu bulan, dia menyebut "mendapat petunjuk" lalu mulai latihan mengenakan legging, selanjutnya ditambah baju lengan panjang.

Ketika itu juga, Ranggi mengalami hal yang tidak ia duga, yaitu tidak bisa bermain dalam federasi Prancis karena visa yang kedaluarsa.

Baca: Bulu Tangkis: Juara Saat Reuni, Apa Rencana Hendra / Ahsan?

"Bukan salah saya, itu kesalahan manajer klub, tapi orang-orang yang tidak tahu masalahnya, mereka menyalahkan saya," kata Ranggi.

Pengalaman lain yang berkesan adalah, ketika ia, seperti juga semua pemain liga bulu tangkis, satu per satu melakukan presentasi di depan publik.Pada presentasi-presentasi sebelumnya, banyak orang datang untuk melihat Ranggi, bahkan dari kota lain.

Kali ini dia melakukan presentasi bulu tangkis dengan mengenakan hijab. "Sepertinya hanya sedikit yang bertepuk tangan, saya jadi sedih. Tapi alhamdullilah besoknya, hari pertama pertandingan, saya bisa lewati dengan baik," katanya.

ANTARA






Rekap Hasil Thailand Masters 2023 Hari Pertama: 5 Wakil Indonesia Lolos ke Babak Kedua

3 jam lalu

Rekap Hasil Thailand Masters 2023 Hari Pertama: 5 Wakil Indonesia Lolos ke Babak Kedua

Hasil Thailand Masters 2023 hari pertama: lima wakil Indonesia berhasil mengamankan tempat di babak 16 besar.


Mogok Nasional Nyaris Lumpuhkan Prancis

13 jam lalu

Mogok Nasional Nyaris Lumpuhkan Prancis

Serikat pekerja melancarkan mogok nasional untuk memprotes reformasi pensiun yang dicanangkan pemerintah.


Hasil Undian Fase Grup Kejuaraan Bulu Tangkis Asia Beregu Campuran 2023

15 jam lalu

Hasil Undian Fase Grup Kejuaraan Bulu Tangkis Asia Beregu Campuran 2023

Kejuaraan Bulu Tangkis Asia Beregu Campuran 2023 akan berlangsung di Dubai, Uni Emirat Arab, pada 14-19 Februari mendatang.


Ditolak AS, Ukraina Minta Jet Tempur dari Prancis dan Polandia

20 jam lalu

Ditolak AS, Ukraina Minta Jet Tempur dari Prancis dan Polandia

Prancis dan Polandia tampaknya bersedia untuk menerima permintaan jet tempur dari Ukraina.


Bulu Tangkis: Jonatan Christie Naik ke Peringkat 2 Dunia, Fajar / Rian Kokoh di Ranking Pertama

21 jam lalu

Bulu Tangkis: Jonatan Christie Naik ke Peringkat 2 Dunia, Fajar / Rian Kokoh di Ranking Pertama

Jonatan Christie menyalip rekan satu negaranya, Anthony Sinisuka Ginting, setelah menjadi juara di Indonesia Masters 2023.


Jadwal Bulu Tangkis Thailand Masters 2023 Selasa 31 Januari: 8 Wakil Indonesia Berlaga

23 jam lalu

Jadwal Bulu Tangkis Thailand Masters 2023 Selasa 31 Januari: 8 Wakil Indonesia Berlaga

Jadwal turnamen bulu tangkis Thailand Masters 2023 akan berlangsung mulai Selasa ini. Delapan wakil Indonesia akan berlaga.


Bulu Tangkis Thailand Masters 2023 Dimulai Selasa Ini, Indonesia Kirim 18 Wakil, Termsuk Leo / Danel

1 hari lalu

Bulu Tangkis Thailand Masters 2023 Dimulai Selasa Ini, Indonesia Kirim 18 Wakil, Termsuk Leo / Danel

Indonesia mengirimkan 18 wakil untuk berlaga pada turnamen bulu tangkis Thailand Masters 2023, yang dimulai Selasa hari ini, 31 Januari.


Profil dan Prestasi Leo/Daniel, Juara Ganda Putra Indonesia Masters 2023

1 hari lalu

Profil dan Prestasi Leo/Daniel, Juara Ganda Putra Indonesia Masters 2023

Perjalanan karier Leo/Daniel yang menjuarai Indonesia Masters 2023 dan prestasi yang telah diraih dalam dunia bulu tangkis.


Profil Jonatan Christie, Awal Karier dan Segudang Prestasinya dalam Dunia Bulu Tangkis

1 hari lalu

Profil Jonatan Christie, Awal Karier dan Segudang Prestasinya dalam Dunia Bulu Tangkis

Profil Jonatan Christie, awal karier dan segudang prestasi mentereng yang pernah diraih di ajang kejuaraan bulu tangkis.


Usai Raih Gelar Juara Indonesia Masters 2023, Leo / Daniel Siap Berlaga di Thailand Masters 2023

1 hari lalu

Usai Raih Gelar Juara Indonesia Masters 2023, Leo / Daniel Siap Berlaga di Thailand Masters 2023

Leo / Daniel berangkat belakangan bersama pelatihnya ke Bangkok pada Senin pagi untuk berlaga di Thailand Masters 2023 yang berlangsung mulai Selasa.