Selasa, 20 Februari 2018

Sepang Terpilih Jadi Grand Prix MotoGP Terbaik 2017

Reporter:

Terjemahan

Editor:

Nurdin Saleh

Kamis, 7 Desember 2017 14:33 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sepang Terpilih Jadi Grand Prix MotoGP Terbaik 2017

    Aksi pembalap tim Yamaha, Valentino Rossi saat mengikuti sesi latihan bebas ketiga jelang MotoGP Malaysia di Sirkuit Sepang, 28 Oktober 2017. Rossi hanya mampu keluar di posisi keempat dengan mencatatkan waktu terbaik 1 menit 59,498 detik . AP Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Sirkuit Sepang di Malaysia terpilih sebagai sirkuit Grand Prix MotoGP terbaik tahun 2017. Penghargaan ini diberikan pihak Komisi MotoGP yang terdiri dari Dorna, FIM, asosiasi pabrikan (MSMA), dan aosiasi tim (IRTA). Penilaian dilakuka dengan mempertimbangkan fasilitas, organisasi, dan atmosfer lomba.

    Kepala Eksekutif Sirkuit Internasional Sepang, Dato Razlan Razali mengatakan, sebuah kehormatan besar menerima penghargaan tersebut, yang juga meraih menangi pada 2012.

    "Penghargaan ini membuktikan dedikasi, kompetensi, dan kemampuan kami untuk menyelenggarakan acara internasional yang diakui oleh badan internasional seperti FIM dan Dorna," katanya.

    Razali menilai anugerah itu sangat berharga mengingat pesaing yang mereka hadapi. "Musim ini terdapat 18 sirkuit dan promotor dan kami terpilih sebagai pemenang. Ini adalah berita bagus bagi Malaysia terutama para penggemar, dan tentu saja mengangkat semangat semua staff SIC."

    Musim ini, sebanyak 166.486 penonton hadir di Sepang dalam tiga hari balapan Oktober lalu. Jumlah itu meningkat dibanding tahun sebelumnya sebanyak 161.533 orang.

    Sepang mengalahkan Red Bull Ring, Austria, yang tahun sebelumnya terpilih jadi grand prix terbaik. Kemenangan Sepang di ajang MotoGP ini seperti jadi pelipur lara karena untuk ajang Formula 1, balapan di sirkuit kurang diminati sehingga tahun ini jadi tahun terakhir lomba di sana. Untuk MotoGP, kontrak Sepang masih berlangsung hingga 2021.

    CRASH


     

     

    Lihat Juga

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2018, Ada 8 Provinsi Rawan Politik Identitas

    Komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum, Rahmat Bagja, mengatakan ada 8 provinsi penyelenggara Pilkada 2018 yang dianggap rawan politik identitas.