Luar Biasa! Trump Pernah Bayar Tyson Rp 157 M untuk Laga 91 Detik

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Donald Trump menyampaikan keputusannya di Ruang Penerimaan Diplomatik Gedung Putih, Washington, AS, 6 Desember 2017. AP Photo

    Presiden Donald Trump menyampaikan keputusannya di Ruang Penerimaan Diplomatik Gedung Putih, Washington, AS, 6 Desember 2017. AP Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Mike Tyson pernah dibayar Donald Trump sebesar $US 11 juta untuk sebuah pertarungan yang hanya berlangsung selama 91 detik! Itulah secuil cerita soal hubungan yang dekat antara Presiden Amerika Serikat tersebut dengan sang mantan juara dunia tinju kelas berat.

    Peristiwanya terjadi pada 27 Juni 1988, ketika Tyson harus bertarung melawan Michael Spinks. Laga mereka yang merupakan perebutan gelar kelas berat sejati di badan tinju WBC dan WBA yang dikuasai Tyson, serta IBF yang berada dalam genggaman Spinks. Saat itu, Tyson menang KO di ronde pertama.

    Baca: Petinju Kelas Berat Ini Disebut-Sebut Sebagai Kembaran Mike Tyson

    Pertarungan digelar di Trump Plaza Hotel and Casino di Atlantic City, New Jersey. Saat itu Trump sedang mengerjakan proyek untuk mengembangkan Atlantic City sebagai kota judi di pantai timur Amerika Serikat, menyaingi Las Vegas di pantai barat.

    Laga Tyson vs Spinks juga sekaligus menandai grand opening kasino milik pengusaha property yang kini menjadi Presiden Amerika Serikat tersebut. Jika diperhitungkan menurut kurs saat ini, bayaran Tyson untuk bertinju selama 91 detik itu sebesar Rp 157 miliar. Trump sendiri dikabarkan menanggok untung hingga $US 70 juta, atau Rp 1 triliun.

    Mike Tyson bersama Donald Trump di tahun 1988. (thetimes.co.uk)

    Hubungan Tyson dengan Trump berjalan terus hingga saat ini. Tyson adalah pendukung Trump dalam Pemilu Presiden Amerika Serikat. Tyson selalu dengan nada bangga mengatakan jika dirinya adalah pendukung sejati Partai Republik.

    Baca: Menjual Kisah Masa Lalu, Video Dokumenter Tyson Terlaris Sejagat

    "Fakta bahwa Donald saat ini adalah Presiden Amerika, itu menurut saya luar biasa. Dia mampu menyelesaikan mimpi dan pekerjaan yang dia tekuni berpuluh tahun lalu. Saya tidak peduli apa kata orang terhadap dia," kata Tyson menegaskan pilihannya.

    Tyson menambahkan bahwa di rumah pun, pilihannya tidak sama dengan sang istri, Lakiha Spicer yang pendukung Partai Demokrat. "Dia sering membentak saya dengan kata-kata: kamu memang dasar orangnya Donald Trump! Tapi itu hanya membuat saya tertawa," kata Tyson lagi.

    THE TIMES


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.