Hadapi Filipina di Piala Davis, Tim Indonesia Gunakan Pemain Muda

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Piala Davis Indonesia,  Aditya Harry Sasongko (kedua kiri), David Agung Susanto (ketiga kiri), Sunu Wahyu Trijati (keempat kiri), Christopher B. Rungkat (ketiga kanan) dan Pelatih Roy Therik (kiri) mengikuti upacara pembukaan pertandingan babak pertama kualifikasi Piala Davis melawan Iran di lapangan utama Stadion Tenis Bukit Asam, Jakabaring, Palembang, 6 Maret 2015. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Tim Piala Davis Indonesia, Aditya Harry Sasongko (kedua kiri), David Agung Susanto (ketiga kiri), Sunu Wahyu Trijati (keempat kiri), Christopher B. Rungkat (ketiga kanan) dan Pelatih Roy Therik (kiri) mengikuti upacara pembukaan pertandingan babak pertama kualifikasi Piala Davis melawan Iran di lapangan utama Stadion Tenis Bukit Asam, Jakabaring, Palembang, 6 Maret 2015. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim tenis putra Indonesia akan memasang pemain muda saat menghadapi Filipina di babak 1 Piala Davis Grup II Zona Asia/Oseania, di Jakarta, Februari 2018. Lima pemain telah dipanggil dan menjalani latihan di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Kamis, 4 Januari 2018. 

     

    Mereka adalah Justin Barki berusia 17 tahun, M. Althaf Dhaifullah (17 tahun), M. Rifqi Fitriadi, 18, Anthony Susanto,  20, dan David Agung Susanto, 26. "Kalau mau maju, ya kita harus gunakan pemain junior," kata Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Pengurus Pusat Persatuan Lawn Tenis Indonesia, Dedy Prasetyo. 

     

    Dedy mengatakan turnamen dunia beregu Piala Davis ini akan digunakan Indonesia sebagai ajang untuk mengasah pemain muda. Karena itu, target khusus yang ingin dicapai adalah para pemain mendapat pengalaman bermain yang banyak. 

     

    "Kami tetap akan bermain sebaik mungkin. Cuma targetnya beri pengalaman kepada anak-anak ini, suaya nanti dua tiga tahun ke depan kita bisa mulai berprestasi," kata Dedy. 

     

    Dari kelima pemain tersebut hanya Justin yang langsung masuk ke dalam skuad tim nasional karena empat kali menjuarai ganda putra turnamen Federasi Tenis International (ITF) Futures pada 2017. Pemain lainnya terpilih lewat seleksi yang digelar Pengurus Pusat Persatuan Lawn Tennis Indonesia (PP Pelti), Desember 2017.

     

    Di laga kontra Filipina nanti, Dedy mengatakan Indonesia memang jauh tidak diunggulkan. Pemain-pemain dari Filipina telah memiliki peringkat dunia, tak seperti halnya pemain Indonesia. Dalam rekor pertemuan, Indonesia pun tertinggal jauh. 

     

    Selain itu, pemain senior Indonesia dinilai Dedy juga belum mampu memberikan prestasi di lima tahun terakhir. Karena itu, ia menilai pemain muda lebih cocok diturunkan di turnamen nanti. "Dari situ, pelan-pelan mereka pasti naik," kata Dedy. 

     

    Piala Davis akan dilaksanakan pada 3-4 Februari 2018 di Stadion Tenis Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat. Dengan waktu persiapan hanya sebulan, Dedy langsung memberi latihan khusus pada para pemain. 

     

    Di pekan pertama, para pemain difokuskan pada peningkatan fisik dan teknik. Sedangkan di minggu kedua, mulai masuk teknik taktikl. "Teknik yang dilatih hari ini harus bisa dimasukan ke dalam taktik yang rumit," kata Dedy.

     

    Pada pekan ketiga, anggota tim putra Indonesia akan dilatih mental bermainnya. Baru kemudian di pekan terakhir sebelum pertandingan, para pemain akan menjalani latihan pertandingan. Hal dinilai Dedy dapat meningkatkan kualitas permainan para pemain Indonesia. 

     

    EGI ADYATAMA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.