Minggu, 18 November 2018

Asian Games 2018: Sejumlah Cabang Olahraga Bisa Tak Dapat Dana

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengunjung berfoto dengan maskot Asian Games 2018 (Bhin-Bhin, Atung dan Kaka) yang terpasang di Bandara Sultan Mahmud Baddarudin (SMB) II Palembang, Sumatera Selatan, Rabu, 13 Desember 2017. ANTARA/Nova Wahyudi

    Sejumlah pengunjung berfoto dengan maskot Asian Games 2018 (Bhin-Bhin, Atung dan Kaka) yang terpasang di Bandara Sultan Mahmud Baddarudin (SMB) II Palembang, Sumatera Selatan, Rabu, 13 Desember 2017. ANTARA/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pemuda dan Olahraga memberikan tenggat waktu hingga Jumat, 12 Januari 2018, bagi para induk cabang olahraga yang akan berlaga di Asian Games 2018 untuk menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dana anggaran. Jika melewati tenggat ini, cabang olahraga tersebut terancam tak mendapatkan kucuran dana dari pemerintah. 
     
    "Saya menagih keseriusan induk cabor (cabang olahraga). Ayo sama-sama, kalau tenyata tidak mau untuk besok tanda tangan, berarti kan serius tidak ingin membina dan berpartisipasi pada Asian Games," kata Kepala Deputi 4 Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Mulyana, di Kantor Kemenpora, Kamis, 11 Januari 2018. 
     
    Hingga saat ini, dikabarkan baru ada 12 cabang olahraga yang baru menandatangani MoU dengan pemerintah. Mereka adalah angkat besi, atletik, basket, bola tangan, bulu tangkis, jujitsu, panjat tebing, paralayang, rugby, sepatu roda, sepeda, dan wushu.
     
    Mereka telah sepakat dengan nilai dana yang diturunkan Kemenpora untuk program Pelatnas mereka. Meski jumlah dana yang diberikan lebih sedikit dari yang mereka ajukan, namun cabang olahraga itu masih menerima jumlah dana yang diberi pemerintah. 
     
    Masalah dana yang tak sesuai itu juga yang menjadi dasar beberapa cabang olahraga masih enggan menandatangani MoU. Mereka menilai dana yang diturunkan Kemenpora masih terlalu kecil dan tak mencukupi untuk program mereka. 
     
    Mulyana pun mengultimatum cabang-cabang yang belum sepakat agar segera menandatangani MoU. "Kalau mereka tidak mau tanda tangan, berarti mereka tida serius tidak ingin menerima bantuan dari pemerintah. Ya asumsi kami berarti mereka sudah punnya uang. Makanya tidak butuh bantuan,"  kata Mulyana.
     
    Banyaknya cabang olahraga yang belum meneken MoU, kata dia, membuat pencairan dana juga terhambat. Sebanyak 12 cabang olahraga yang telah menandatangani MoU belum dapat dicairkan dananya.
     
    Pembuatan tanggat waktu ini juga untuk mempercepat proses pencairan dana. Mulyana menargetkan dana bagi para cabang olahraga yang telah sepakat, dapat dicairkan pada 15 Januari 2018 mendatang. 
     
    Kemenpora menyatakan tak tinggal diam menghadapi protes sejumlah cabang olahraga terkait dana itu. Kemenpora akhirnya memutuskan akan menambah dana. 
     
    Namun, tak semua yang mendapat tambahan dana. Mulyana mengatakan hanya cabang olahraga  yang memiliki nomor event berpeluang medali saja yang mendapat tambahan. "Karena Asian Games itu orientasinya prestasi. Prestasi itu diukur oleh medali. Medali itu bisa perak, emas atau perunggu," kata dia.
     
    Karena itu, cabang olahraga Asian Games 2018 lain yang tak berpeluang mendapat medali, tidak akan mendapat tambahan dana. Mulyana mengatakan dari hasil analisa mereka, target cabang-cabang itu bukan untuk medali, tapi lebih kepada memperbaiki rekor, ranking, atau catatan waktu. 

     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.