Jumat, 25 Mei 2018

Rafael Nadal Tekuk Thiem Lagi, Kali Ini di Melbourne Park

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi petenis Spanyol, Rafael Nadal mengembalikan bola dari petenis Argentina, Juan Martin del Potro dalam pertandingan semifinal turnamen AS Terbuka di New York, 8 September 2017. Di final nanti Nadal akan menghadapi petenis Afrika Selatan Kevin Anderson. REUTERS/Mike Segar

    Aksi petenis Spanyol, Rafael Nadal mengembalikan bola dari petenis Argentina, Juan Martin del Potro dalam pertandingan semifinal turnamen AS Terbuka di New York, 8 September 2017. Di final nanti Nadal akan menghadapi petenis Afrika Selatan Kevin Anderson. REUTERS/Mike Segar

    TEMPO.CO, Jakarta - Rafael Nadal semakin tampil meyakinkan menjelang turnamen Australia Terbuka. Pada pertandingan ekshibisi di lapangan Melbourne Park, Jumat, 12 Januari 2018, petenis putra nomor satu dunia dari Spanyol itu mengalahkan peringkat kelima dunia asal Austria, Dominic Thiem, 10-8, pada set ketiga.

    Sebelumnya, Nadal mengalahkan Thiem pada pertandingan pertama turnamen ekshibisi Kooyong Classic, yang juga berlangsung di Melbourne, beberapa hari lalu. Nadal menembus final di Kooyong sebelum kalah melawan Tomas Berdych dari Republik Cek.

    Nadal dan Thiem bermain imbang setelah dua set. Thiem memenangi pertarungan tiebreak pada set pertama sebelum Nadal membalasnya pada set kedua.

    Ketika lapangan ditutupi atap stadion, kedua pemain kesulitan mengatasi kelembapan cuaca saat bermain di set ketiga yang berlangsung sampai tiebreak. Kedudukan 8-8, sebelum Nadal meraih dua poin berikutnya dan mengakhiri perlawanan musuhnya dengan pukulan di atas kepala. Ini laga pemanasan terakhir Nadal sebelum mengikuti Australia Terbuka.

    GUARDIAN | HARI PRASETYO


     

     

    Lihat Juga

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Pasang Surut Hubungan Anwar Ibrahim dengan Mahathir Mohamad

    Anwar Ibrahim mendukung PM Malaysia Mahathir Mohamad, padahal Anwar sempat berseteru dan akhirnya dijebloskan ke penjara oleh Mahathir di 1999.