Rabu, 23 Mei 2018

Kualifikasi Piala Thomas: Penyebab Marcus/Kevin Mendadak Dipisah

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dab Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. (badmintonindonesia.org)

    Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dab Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. (badmintonindonesia.org)

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim bulu tangkis putra Indonesia akan menghadapi Jepang dalam pertandingan perempat final Badminton Asia Team Championships 2018 (kualifikasi Piala Thomas) di Alor Setar, Malaysia, Jumat ini, 9 Februari 2018. Perubahan di sektor ganda kemungkinan kembali dilakukan.

    Perubahan itu sudah terjadi saat Indonesia menghadapi India di laga terakhir babak penyisihan grup. Kevin Sanjaya Sukamuljo yang biasanya dipasangkan dengan Marcus Fernaldi Gideon kali ini bermain bersama Mohammad Ahsan. Kedunya kemudian kalah dari Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty dengan skor 21-18, 18-21, 22-24.

    Kenapa perubahan itu dilakukan? Menurut Herry Iman Pierngadi, Kepala Pelatih Ganda Putra PP PBSI, kondisi dan Hendra Setiawan yang tidak seratus persen menjadi alasannya.

    “Pertimbangan menurunkan Kevin/Ahsan, karena mereka sudah pernah berpasangan sebelumnya. Marcus tidak mungkin diturunkan karena otot perutnya ketarik waktu latihan. Hendra juga ingin istirahat dulu supaya kondisinya full lagi,” kata Herry.

    Soal kekalahan Kevin/Ahsan, dinilai Herry, juga terkait faktor keberuntungan. “Memang hasilnya diluar dugaan, Kevin/Ahsan kurang beruntung di poin-poin akhir. Pengembalian Ahsan banyak menyangkut di net, Kevin pun pukulannya kurang akurat dari sisi belakang,” kata dia.

    Susy Susanti, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, menilai Kevin/Ahsan harusnya tampil lebih menekan di laga kemarin. Untuk hari ini, ia menyatakan, Marcus dan Hendra kemungkinan bisa diturunkan.

    Laga kualifikasi Piala Thomas antara Indonesia dan Jepang akan berlangsung sekitar pukul 18.30 WIB.

    BADMINTON INDONESIA


     

     

    Lihat Juga

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Teror di Indonesia Meningkat, RUU Anti Terorisme Belum Rampung

    RUU Anti Terorisme tak kunjung rampung padahal Indonesia telah menghadapi rangkaian serangan dalam sepekan, dari tanggal 8 sampai 16 Mei 2018.