Rabu, 23 Mei 2018

Ditekuk Jepang, Tim Bulu Tangkis Putri Tetap Dipuji Susy Susanti

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Staf Ahli Pembinaan dan Prestasi PBSI Susi Susanti. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Staf Ahli Pembinaan dan Prestasi PBSI Susi Susanti. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim bulu tangkis Putri Indonesia harus mengakui keunggulan tim Jepang di Semifinal ajang Badminton Asia Team Championships 2018 (kualifikasi Piala Uber) yang digelar di Alor Setar, Malaysia, Sabtu, 10 Februari 2018. Mereka kalah 3-0.

    Meski begitu, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) Susy Susanti menilai penampilan tim putri Indonesia meningkat pesat. 

    "Meskipun kalah tapi kita lihat perjuangannya, ada progress, kalau dilihat kan sebetulnya mereka bisa. Tadi yang menentukan itu kematangan, kesiapan dan keberanian, pemain kita baru masuk ke kelas yang lebih tinggi,” ujar Susy usai pertandingan.

    Tim Indonesia yang ada di urutan ketujuh daftar unggulan, terhenti di semifinal dari tim unggulan pertama. Dalam perjalanan ke semifinal, tim putri mengalahkan Cina yang merupakan unggulan kedua, serta tim India yang merupakan unggulan keenam.

    Susy mengatakan peluang Indonesia menang melawan Jepang sejak awal memang kecil. Namun para pemain mampu menunjukkan grafik penampilan dan semangat yang meningkat selama turnamen ini. Selain itu, Indonesia juga sebenarnya sudah memenuhi target awal, dengan memastikan lolos ke putaran final Piala Uber 2018. 

    "Hasil ini jadi modal untuk Piala Uber, percaya dirinya dapat, keyakinan dapat, pengalaman dapat. Tinggal anak-anaknya mau apa enggak? Waktu ke Piala Uber hanya tinggal tiga bulan lagi, lawannya nggak akan beda jauh sama di kejuaraan ini,” kata Susy.

    Meski terhenti di semifinal kejuaraan ini, tapi bulu tangkis putri Indonesia berhasil lolos ke putaran final Piala Uber 2018 yang akan digelar di Bangkok, Thailand, Mei mendatang.


     

     

    Lihat Juga

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Teror di Indonesia Meningkat, RUU Anti Terorisme Belum Rampung

    RUU Anti Terorisme tak kunjung rampung padahal Indonesia telah menghadapi rangkaian serangan dalam sepekan, dari tanggal 8 sampai 16 Mei 2018.