Rabu, 23 Mei 2018

Tim Basket Asian Games 2018 Tak Akan Panggil Lagi Mario Wuysang

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebasket Satria Muda Pertamina Jakarta Gunawan (kedua kiri) berebut bola dengan Pebasket CLS Knights Surabaya Mario Wuysang (kiri) pada pertandingan Semifinal IBL 2016 di Britama Arena, Jakarta, 22 Mei 2016. CLS Knights Surabaya berhasil lolos ke final usai kalahkan Satria Muda Pertamina Jakarta. ANTARA FOTO

    Pebasket Satria Muda Pertamina Jakarta Gunawan (kedua kiri) berebut bola dengan Pebasket CLS Knights Surabaya Mario Wuysang (kiri) pada pertandingan Semifinal IBL 2016 di Britama Arena, Jakarta, 22 Mei 2016. CLS Knights Surabaya berhasil lolos ke final usai kalahkan Satria Muda Pertamina Jakarta. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih tim nasional bola basket putra Indonesia Fictor Roring memastikan tak akan memanggil lagi point guard legendaris Indonesia Mario Wuysang untuk skuad Asian Games 2018. Mario Wuysang sudah memutuskan pensiun dari timnas usai SEA Games 2017.

    Menurut Ito, sapaan Fictor, dia menghormati keputusan pensiun pemain yang kini berlaga untuk CLS Knights Indonesia di Liga Bola Basket ASEAN (ABL) 2017-2018 itu.

    "Masa dia sudah mundur saya panggil lagi? Marilah kita hormati komitmennya pensiun dari timnas," ujar Ito di Jakarta, Senin malam.

    Dia melanjutkan, alasan lain dirinya tidak akan memanggil lagi Wuysang adalah usia pemain bertinggi badan 1,76 meter itu sudah 38 tahun.

    Ito menganggap sudah saatnya posisi point guard timnas diserahkan kepada pemain 25 tahun Andakara Prastawa Dhyaksa yang saat ini dibantu oleh guard veteran Xaverius Prawiro.

    Xaverius Prawiro sendiri pada tahun 2015 sempat menolak panggilan tim nasional Indonesia, kala itu juga dilatih Fictor Roring, yang akan berlaga di SEA Games, Singapura.

    Terakhir kali Xaverius membela timnas pada tahun 2013 sebelum akhirnya dipanggil kembali oleh Fictor Roring untuk memperkuat skuat di turnamen uji coba jelang Asian Games 2018.

    "Kalau saya panggil lagi Mario Wuysang ke tim, lantas apa nanti yang dipikirkan Prastawa, Xaverius? Mereka bisa merasa tidak dipercaya. Jadi marilah kita kenang Mario sebagai legenda bola basket Indonesia," tutur dia.

    Ditemui terpisah, Andakara Prastawa mengaku tidak merasa terbeban dengan status point guard pengganti Mario Wuysang di tim nasional.

    Sebaliknya, atlet bola basket yang bermain untuk Stapac Jakarta di Liga Bola Basket Indonesia (IBL) ini menjadikan itu sebagai motivasi. "Mario Wuysang itu berperan vital di timnas dan menjadi panutan point guard muda di Indonesia. Kalau bisa saya ingin lebih dari dia," kata Prastawa.


     

     

    Lihat Juga

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Teror di Indonesia Meningkat, RUU Anti Terorisme Belum Rampung

    RUU Anti Terorisme tak kunjung rampung padahal Indonesia telah menghadapi rangkaian serangan dalam sepekan, dari tanggal 8 sampai 16 Mei 2018.