Senin, 19 Februari 2018

Diakui IMMAF, Petarung MMA Indonesia Bisa Tampil di Level Dunia

Reporter:

Jenny Wirahadi

Editor:

Nurdin Saleh

Kamis, 15 Februari 2018 11:11 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Diakui IMMAF, Petarung MMA Indonesia Bisa Tampil di Level Dunia

    Randy Pangalila (kanan) mengalahkan lawannya Fajar Ibel hanya dalam 39 detik di ronde pertama. (Instagram / @randpunk)

    TEMPO.CO, Jakarta - Olahraga tarung bebas atau Mixed Martial Arts (MMA) kian digandrungi kawula muda Indonesia. Gym atau sasana latihan bermunculan dan program televisi pun mulai tayang secara berkala di teleivisi. Olahraga ini kini lebih populer ketimbang tinju yang sudah lebih mengakar.

    Salah satu tayangan televisi untuk program MMA ini adalah One Pride Indonesia. Ketua Umum Komite Olahraga Beladiri Indonesia (KOBI), Ardiansyah Bakrie, mengatakan segmentasi tayangan One Pride adalah anak muda dan laki-laki. “Tapi kalau dilihat dari audience profile, orang tua laki-laki juga suka,” kata dia kepada Tempo melalui pesan WhatsApp, Senin, 11 Februari 2018.

    Ardiansyah yang biasa disapa Ardi mengatakan, untuk penonton wanita sudah mulai menanjak, namun belum terlalu banyak. “Seperti halnya fighter wanita yang masih belum terlalu banyak,” kata Ardi.

    Ardiansyah Bakrie. (swa.co.id)

    Untuk terus mengembangkan MMA di Indonesia, kata Ardi, KOBI akan memberikan pelatihan dan pembinaan ke atlet, coach (pelatih), maupun perangkat pertandingan lainnya, yaitu juri dan wasit. “Sehingga semakin baik. Apalagi KOBI telah menjadi member resmi Federasi Beladiri Dunia (IMMAF atau Internationl Mix Martial Arts Federation).”

    Sebelumnya, ajang kompetisi MMA One Pride telah menjalin kerja sama dengan Ultimate Fighting Championship (UFC). Kerja sama ini juga termasuk bergabungnya KOBI ke dalam IMMAF.

    Petarung Indonesia telah memiliki kesempatan untuk menimba ilmu langsung di tempat latihan para atlet UFC di Las Vegas, Amerika Serikat.

    Terkait prospek petarung Indonesia dalam kejuaraan dunia, Ardi meminta dukungan dan doa. Menurut dia, KOBI harus membuat program pelatihan yang baik agar atlet bisa compete pada kejuaraan dunia. “Tapi, sekali lagi, dengan menjadi member IMMAF, kami sudah membuka pintu untuk atlet mengikuti kejuaraan dunia,” ujar Ardi.

    Program One Pride Indonesia pun telah memasuki tahun kedua penyelenggaraan. One Pride Indonesia telah menggelar delapan National Championship Fight Night yang terdiri atas 160 fight tujuh kelas yang berbeda yakni bulu, bantam, terbang, ringan, welter, straw putra dan putri.

    Pada tahun ini, program MMA One Pride memulai dengan laga bertajuk Pro Never Quit yang berlangsung di Britama Arena, 10 Februari lalu. Pertarungan perebutan gelar juara kelas terbang antara Rudy Agustian sang juara bertahan dan Suwardi fighter asal Team ASTA didapuk sebagai pembukaan.


  • MMA
  •  

     

    Lihat Juga

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Diet: Makanan Penurun Berat Badan

    Makanan yang kaya serat, protein dan vitamin cocok bagi orang yang sedang diet.