Kata 2 Atlet Asian Games 2018 Soal Hari Perempuan Internasional

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet lompat jauh Maria Londa membawa bendera merah putih seusai mengikuti pertandingan atletik nomor lompat jangkit SEA Games XXIX Kuala Lumpur di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, 23 Agustus 2017. ANTARA/Wahyu Putro A

    Atlet lompat jauh Maria Londa membawa bendera merah putih seusai mengikuti pertandingan atletik nomor lompat jangkit SEA Games XXIX Kuala Lumpur di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, 23 Agustus 2017. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua atlet Asian Games 2018 asal Indonesia, Maria Londa dan Mariska Halinda,  menyampaikan pandangan dan harapannya soal Hari Perempuan Internasional.

    Maria Londa, atlet lompat jauh asal Bali, mengajak kaumnya untuk terus mengejar mimpi. "Raihlah mimpi terbesarmu dan jangan membatasi diri hanya karena terlahir sebagai perempuan," kata dia kepada Tempo melalui pesan WhatsApp, Kamis, 8 Maret 2018.

    Harapan itu ia sampaikan karena, menurut Maria, di balik kelembutan perempuan, terdapat sisi kuat dan jiwa pejuang di dalamnya.

    Maria adalah salah satu atlet andalan Indonesia. Ia memberikan kejutan bagi cabang atletik Indonesia saat Asian Games 2014, dengan menyumbangkan medali emas di nomor lompat jauh. Dalam lomba di Incheon Asiad Main Stadium, Senin, 29 September 2014, ia menjadi yang terbaik setelah melakukan lompatan sejauh 6,55 meter.

    Keberhasilan Maria meraih emas mengakhiri paceklik atletik di Asian Games yang sudah berlangsung sejak 1998. Saat itu, Indonesia terakhir kali merebut medali, yakni satu emas dan satu perak. Emas kala itu direbut Supriyati Sutono dari nomor lari 5.000 meter.

    Baca: Hari Perempuan Internasional, Eva Bicara Godaan bagi Atlet Putri

    Mariska Halinda, atlet taekwondo, menyampaikan harapan sama. "Harapan untuk perempuan Indonesia, tidak hanya hari ini, setiap hari wanita pun bisa melakukan yang terbaik," kata dia, Kamis, 8 Maret 2018. Ia berharap perempuan selalu bisa menghargai dan menghormati sesama perempuan sebagaimana menghormati ibu.

    Mariska ingin agar tak ada kasus pelecehan seksual terhadap perempuan. "Semoga ke depannya tidak ada lagi kasus pelecehan terhadap wanita," kata dia. Soal pelecehan terhadap perempuan, ia beranggapan, tak bisa menyalahkan pihak tertentu. Di dalamnya juaga ada tanggung jawab sendiri sebagai perempuan. "Bagaimana perempuan bisa menjaga auratnya supaya tidak mengundang hal seperti itu."

    Mariska berhasil meraih satu emas di cabang Taekwondo kategori Kyorugi dalam turnamen pemanasan (test event) Asian Games 2018 yang digelar di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu, 10 Februari 2018 lalu. Emas itu dia persembahkan dengan menjadi yang terbaik di kelas -53 kilogram.

    Mariska, yang menyumbang emas di SEA Games 2017, kini tengah menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas) untuk Asian Games 2018.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Korban, Tersangka, Barang Bukti, dan Lokasi Kerusuhan 22 Mei 2019

    Kerusuhan 22 Mei 2019 di Ibu Kota bermula dari unjuk rasa penolakan hasil pilpres 2019 di depan gedung Bawaslu, Jakarta, sejak sehari sebelumnya.