Minggu, 23 September 2018

Bulu Tangkis: Ganda Putri Indonesia Kembali Dibongkar Pasang

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebulu tangkis ganda putri Indonesia Anggia Shitta Awanda (kanan) dan Ni Ketut Mahadewi Istarani (kiri) meluapkan kegembiraan usai mencuri skor dari pebulu tangkis ganda putri Thailand Puttita Supajirakul dan Sapsiree Taerattanachai dalam perempat final BCA Indonesia Open 2017 di Jakarta Convention Center, Jakarta, 17 Juni 2017. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Pebulu tangkis ganda putri Indonesia Anggia Shitta Awanda (kanan) dan Ni Ketut Mahadewi Istarani (kiri) meluapkan kegembiraan usai mencuri skor dari pebulu tangkis ganda putri Thailand Puttita Supajirakul dan Sapsiree Taerattanachai dalam perempat final BCA Indonesia Open 2017 di Jakarta Convention Center, Jakarta, 17 Juni 2017. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Sektor ganda putri bulu tangkis Indonesia akan kembali dibongkar-pasang. Kepala Pelatih Ganda Putri PBSI, Eng Hian, mencari ramuan terbaik untuk menjadi pelapis Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan Rizki Amelia Pradipta/Della Destiara Haris yang mulai menapak.

    Pasangan Nitya Krishinda Maheswari/Yulfira Barkah akan dipisah. Begitu pula Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani.

    Nitya selanjutkan akan diduetkan dengan Ketut. Sedangkan Anggia bersama Meirisa Cindy Sahputri. Sementara Yulfira akan berpasangan dengan Rosyita Eka Putri Sari yang baru akan come back usai absen panjang akibat cedera yang dialaminya di SEA Games 2017.

    Baca: Bulu Tangkis: Anthony Ginting Untung, 2 Lawan Beruntun Cedera

    Anggia/Ketut baru saja tersingkir di babak kedua Jerman Terbuka.“Sampai saat ini saya melihat prestasi Anggia/Ketut belum konsisten, sedangkan mereka sudah cukup lama dipasangkan," kata Eng Hian pada Badmintonindonesia.org. "Begitu juga Nitya/Yulfira yang progress-nya stuck. Sedangkan target saya untuk Nitya adalah bisa mendekati kualitas dan prestasi seperti pada waktu berpasangan dengan Greysia.”

    Ia melihat Nitya dan Ketut bisa jadi kombinasi yang baik. “Saya melihat Nitya dan Ketut bisa saling melengkapi dari segi kualitas individu dan kebutuhan sebagai partner di lapangan,” kata Eng Hian.

    Yulfira, yang merupakan pemain muda, dinilai Eng masih butuh banyak jam terbang dan pengalaman untuk meningkatkan performanya. Yulfira pun perlu mengasah lagi kemampuannya untuk bersaing di level yang lebih tinggi.

    Eng juga berharap Rosyita dapat menyesuaikan diri dengan atmosfer pertandingan yang sudah lama tak dirasakannya dalam beberapa bulan terakhir akibat pemulihan cedera.

    Baca: Bulu Tangkis: Hendra/Ahsan Kejar Poin, 4 Turnamen Jadi Prioritas

    “Yulfira masih butuh proses lagi, saya melihat tipe permainan Yulfira lebih cocok dengan Rosyita. Untuk Rosyita, masalah yang ada tinggal melepaskan trauma cedera saja, secara umum kondisi Rosyita sudah pulih,” ujarnya.

    Menurut dia, pasangan-pasangan baru ini akan saya beri kesempatan di beberapa turnamen untuk melihat hasil dan kemajuannya. "Setiap turnamen akan ada target untuk pantauan. Tetapi khusus Nitya/Ketut tuntutannya tentu lebih tinggi dari pasangan yang lainnya,” kata Eng.

    Sejumlah pasangan baru ini memiliki kesempatan untuk tampil di Asian Games 2018 sebagai ganda kedua. Greysia/Apriyani menjadi kandidat terkuat untuk mengisi slot ganda pertama tim bulu tangkis Indonesia. “Untuk ganda kedua di Asian Games, masih terbuka untuk siapapun dengan dasar prestasi terbaik. Soal Piala Uber, saya masih melihat dulu kebutuhan dan hasil dari turnamen sampai batas waktu entry by name,” ujar Eng Hian.

    BADMINTON INDONESIA


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Richard Muljadi Ditangkap Ketika Menghirup Kokain, Ini Bahayanya

    Richard Muljadi ditangkap polisi ketika menghirup kokain, narkotika asal Kolombia yang digemari pemakainya karena menyebabkan rasa gembira.