Minggu, 23 September 2018

Kandas di Semifinal, Hendra/Ahsan Langsung Bersiap ke All England

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan. (badmintonindonesia.org)

    Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan. (badmintonindonesia.org)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasangan ganda putra Indonesia yang baru kembali dipasangkan, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, kandas di babak semifinal turnamen bulu tangkis Jerman Terbuka. Mereka dikandaskan juniornya, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, dengan skor 20-22, 20-22.

    Ini jadi dua kekalahan di semifinal yang dialami secara beruntun oleh pasangan juara dunia 2013 dan 2015 ini. Sebelumnya, di India Terbuka 2018, mereka terhenti di babak sama, dikalahkan pemain Indonesia lain, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo.

    Baca: Melaju ke Final German Open 2018, Fajar/Rian Dinilai Banyak Kemajuan 

    Keduanya tak bisa berlama-lama menyesali kekalahan. Pada pekan depan, mereka akan tampil dalam turnamen bergengsi All England. "Pasti belum puas sama penampilan kami di turnamen ini, tapi, ya, disyukuri saja," ujar Ahsan.

    Hendra menyatakan, dari dua turnamen sebelumnya, ia dan Ahsan mendapat banyak catatan, termasuk mengenai pertahanan yang masih harus diperbaiki.

    "Untuk All England, kami jaga kondisi saja," katanya. "Lumayanlah hasil di turnamen Jerman Terbuka, bisa memberi perlawanan kepada pasangan unggulan-unggulan dari Denmark, Taiwan, sama Fajar/Rian juga bisa ngelawan."

    Hendra berharap bisa meraih hasil baik dalam All England. "Semoga nanti hasilnya baik," ucapnya.

    Dalam All England, Hendra/Ahsan pernah menjadi juara pada 2014.

    Baca:
    Isu Panas: Diincar PSG, Conte Minta Sederet Pemain Termasuk Pogba 
    Chelsea Dapat Modal Penting Sebelum Hadapi Barcelona
    Kemenangan Manchester United Dicibir, Apa Kata Mourinho?


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Richard Muljadi Ditangkap Ketika Menghirup Kokain, Ini Bahayanya

    Richard Muljadi ditangkap polisi ketika menghirup kokain, narkotika asal Kolombia yang digemari pemakainya karena menyebabkan rasa gembira.