Minggu, 24 Juni 2018

Kisah Rio Maholtra, Menjajaki Jalan Atlet Hingga Paspampres

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rio Maholtra. (Tempo/Egi Adyatama)

    Rio Maholtra. (Tempo/Egi Adyatama)

    TEMPO.CO, Jakarta - Tak terlintas di benak Rio Maholtra, jalur olahraga mampu mengantarkannya meraih impiannya, menjadi seorang tentara. Bermula dari juara lomba balap lari saat sekolah dasar, pemuda asal Lahat, Sumatera Selatan, itu masuk ke pasukan elit sekaligus mengharumkan nama Indonesia di kancah ateltik dunia.

    Rio adalah andalan Indonesia di nomor lari gawang 110 meter di Asian Games 2018 mendatang. Pria kelahiran 28 Desember 1993 itu, memulai karier profesionalnya sebagai atlet pada 2009 di Kejuaraan Nasional. Tiga tahun aktif di kompetisi lari nasional, Rio berhasil masuk ke jajaran atlet pelatnas atletik Indonesia di umur 16 tahun.

    Sejak itu, bakat Rio mulai dilirik oleh Tentara Nasional Indonesia-Angkatan Darat (TNI-AD). Saat itu, ia baru saja menjadi juara dua nomor 110 meter lari gawang, di PON 2012 di Riau. Rio yang sedang beristirahat di tribun penonton mengaku kaget saat didatangi seorang kolonel TNI dan ditawari masuk ke pendidikan tentara.

    Baca: Paspampres Rio Maholtra ke Kejuaraan Dunia karena Prestasi Ini

    "Ia bertanya setelah tamat sekolah mau ke mana. Saya kan tahunya modal jadi tentara kan gede. Saya gak ada uang. Dengan bonus hadiah, saya pikir mending untuk kuliah saja. Terus ia menawari saya masuk tentara (TNI AD), ya saya bilang mau," kata Rio berkisah, saat ditemui di Stadion Atletik Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu, 7 Maret 2018.

    Rio Maholtra. (Tempo/Egi Adyatama)

    Berbekal rekomendasi itu, Rio menjalani masa pelatihan tentara selama satu tahun. Setelah lulus pada tahun 2013, ia langsung ditempatkan di Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Namun baru dua minggu ia berada di lingkaran satu Presiden Indonesia, pihak Paspampres kebanjiran surat dari Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI). Mereka meminta izin agar Rio kembali dapat berlatih bersama pelatnas.

    "Komandan saya kasih dukungan penuh buat latihan. Jadi saya disuruhnya latihan saja. Ini soalnya anggotanya mau membela negara (dengan menjadi atlet)," ujar Rio membayangkan masa itu.

    Berstatus sebagai Paspampres, Rio akhirnya tetap lebih dominan hidup sebagai atlet. Meski begitu, beberapa kali Rio tetap dipanggil untuk menjalani tugasnya sebagai Paspampres. Hidup di dua dunia yang berbeda, memiliki arti sendiri bagi pria kelahiran Lahat itu.

    Baca: Paspampres Rio Maholtra Pecahkan Rekor Lari Gawang di Birmingham

    Menjalani pendidikan militer selama setahun dan berada di lingkungan militer, diakui Rio sangat membentuk kedisiplinan dirinya. Namun di sisi lain, tugas sebagai Paspampres terkadang diakui Rio sangat berat baginya. Hal ini tercermin saat ia bertugas menjaga RI 1 saat itu (Presiden Susilo Bambang Yudhoyono), ke Myanmar untuk acara ASEAN Summit 2014.

    "Atlet kan tidurnya harus lebih dari 8 jam. Kalau misal lagi mengawal begitu, tidurnya sehari paling cuma 2 jam saja. Gempor saya, hahahaha. Selama tujuh hari begitu terus. Tapi ya kita jalani saja," Rio terkekeh.

    Mendapat kepercayaan untuk tetap berlatih sebagi atlet pun tak disia-siakan Rio. Ia tercatat sebagai pemegang rekor nasional lari gawang 110 meter dan 60 meter putra. Di nomor 110 meter, ia mencatatkan kecepatan 14,08 detik. Prestasi itu mengantarkannya untuk ikut Kejuaraan Dunia IAAF World Indoor Championship 2018 di Birmingham, Inggris, awal Maret lalu.

    Atlet Atletik Provinsi Jawa Barat Rio Maholtra melompati rintangan pada sesi latihan nomor lari 110 meter gawang di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, 2 September 2016. Para atlet atletik tim tuan rumah mengintensifkan latihan menjelang PON XIX Jabar 2016. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Di sana, Rio turun di nomor 60 meter lari gawang putra. Bertanding di cuaca dingin tak membuat pria setinggi 180 sentimeter itu gentar. Ia bahkan berhasil memecahkan rekornas, dengan menembus waktu 7,98 detik. Ia memecahkan rekornas sebelumnya yang juga atas nama dirinya, 8,15 detik pada 2014 silam.

    Capaian itu, kata dia, adalah buah dari hasil latihan terus menerus. "Sebenarnya itu persiapan lanjutan dari tes event 2018. Kan kita ada program persiapan umum, khusus, terus setelah test event ya kita ikutan prakompetisi aja. Terus udah ada kepercayaan diri untuk pecahkan rekor pribadi juga," kata Rio.

    Capaian Rio di Birmingham sebenarnya hanya menempatkan dia di posisi ke-33 dari 37 peserta. Namun ia optimistis di Asian Games 2018 pada Agustus mendatang, ia mampu berbicara lebih banyak. Apalagi, di Asian Games nanti, nomor yang dipertandingkan adalah 110 meter lari gawang.

    "Peluang saya di nomor 110 bisa masuk semifinal atau final. Masih memungkinkan. Sesuai kondisinya badan saya atau kondisi musuh nanti saat bertanding," kata Rio. 

    Untuk memastikan kondisi prima di perlombaan nanti, Rio mengatakan latihan rutin serta menjaga pola istirahat dan makan adalah kuncinya. Di sisa waktu lima bulan ini, ia masih mengincar perbaikan waktu semaksimal mungkin. Apalagi, lawan berat seperti Arab Saudi, Iran, hingga Cina telah menanti di Asian Games 2018.

    "Kita kan latihan tiap hari. Pengulangan dan pengulangan. Lama-lama juga hapal. Terus kita jaga dengan istirahat cukup dan makan yang teratur. Kalau itu dijaga, terasa perubahannya (speed, strength, dan conditioning)," kata Rio.

    Data Diri Rio Maholtra

    Nama: Rio Maholtra

    Tempat Lahir : Lahat, Sumatera Selatan

    Tanggal Lahir : 28 Desember 1993

    Nomor andalan : 110 meter lari gawang putra, 60 meter lari gawang putra

    Prestasi : Rekornas 110 meter lari gawang putra (14,08 detik), Rekornas 60 meter lari gawang putra (7,98 detik), Emas PON 2016 Jawa Barat nomor lari gawang 110 meter putra

     
    EGI ADYATAMA 

     

     

    Lihat Juga

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Pelatih Paling Mahal di Piala Dunia 2018

    Ini perkiraan jumlah gaji tahunan para pelatih tim yang lolos Piala Dunia 2018.