Selasa, 11 Desember 2018

Tinju Dunia: Wilder Belum Disodori Kontrak Laga Lawan Joshua

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deontay Wilder dipisahkan wasit David Fields setelah memukul jatuh Luis Ortiz pada pertandingan di Barclays Center Brooklyn, New York, Sabtu 3 Maret 2018. (fightnews.com)

    Deontay Wilder dipisahkan wasit David Fields setelah memukul jatuh Luis Ortiz pada pertandingan di Barclays Center Brooklyn, New York, Sabtu 3 Maret 2018. (fightnews.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Juara tinju dunia kelas berat WBC, Deontay Wilder, mengatakan belum mendapat tawaran untuk melakukan laga unifikasi gelar menghadapi Anthony Joshua. Jika Wilder adalah juara WBC, Joshua merupakan pemegang gelar versi WBA dan IBF.

    Laga Wilder versus Joshua digadang-gadang bakal menjadi pertarungan kelas berat terbaik setelah era Mike Tyson berakhir.

    Baca: Tinju Dunia: Wilder Menanti Pemenang Joshua Kontra Parker

    "Belum ada penawaran sama sekali dari kubu Joshua. Bahkan ketika promotor Eddie Hearn dan ayahnya Barry datang ke Amerika tahun lalu dan bertemu saya, mereka sama sekali tidak menyinggung soal Joshua," ujar Wilder.

    "Joshua sama sekali tidak ada dalam pikiran mereka. Yang mereka pikirkan adalah pertarungan saya melawan Dillian Whyte. Seperti saya katakan sebelumnya, tak masalah jika saya ditawari Whyte. Itu pertarungan mudah," ujar Wilder.

    Baca: Tinju Dunia Kelas Berat: Pukul KO Ortiz, Wilder Tetap Juara Dunia

    Dillian Whyte adalah petinju Inggris yang berada satu promosi dengan Joshua di bawah Matchroom Boxing milik Hearn. Sebelum menghadapi Joshua, yang merupakan anak emas Hearn, Wilder ditawari lebih dulu bertanding melawan Whyte.

    Joshua sendiri akan terlebih dahulu melakoni laga unifikasi gelar tinju dunia kelas berat menghadapi juara versi WBO asal Selandia Baru, Joseph Parker. Pertarungan Joshua lawan Parker akan digelar pada 31 Maret mendatang di Cardiff, Wales.

    FIGHTNEWS | DON


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian Kominfo Memblokir Situs-Situs dengan Konten Radikal

    Kementerian Komunikasi dan Informasi telah memblokir 230 situs dan menghapus ribuan konten radikal dari berbagai platform.