Selasa, 11 Desember 2018

4 Hal yang Layak Ditunggu dari Bulu Tangkis All England 2018

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Arena All England 2018. (twitter/@YonexAllEngland)

    Arena All England 2018. (twitter/@YonexAllEngland)

    TEMPO.CO, Jakarta - Turnamen bulu tangkis kelas All England 2018 akan digelar di Birmingham, Inggris, mulai hari ini, Rabu 14 Maret 2018. Sebanyak 14 pemain Indonesia akan turun berlaga, dengan empat wakil saling berhadapan pada dua nomor.

    Ada sejumlah hal yang menarik ditunggu dari keikutsertaan Indonesia di turnamen bergengsi ini. Berikut beberapa di antaranya:

    1. Apakah target satu gelar juara akan tercapai?
    Indonesia selalu bisa meraih gelar juara di turnamen ini dalam dua penyelenggaraan terakhir. Pada 2016, Praveen Jordan/Debby Susanto menjadi juara. Pada tahun lalu, Marcus Gideon/Kevin Sanjaya menjadi yang terbaik. Tahun ini, PBSI kembali menargetkan satu gelar juara, yang tumpuannya ada di sektor ganda putra dan ganda campuran.

    Baca: Bulu Tangkis: All England 2018 Dimulai, Berapa Hadiahnya?

    2. Bisakah masalah aturan sevis baru diatasi?
    Federasi bulu tangkis dunia (BWF) baru saja melakukan perubahan aturan servis. Kini, servis haru dilakukan dengan jarak 1,15 meter dari lantai. Di turnamen Jerman Terbuka, pekan lalu, para pemain Indonesia dibuat kesulitan dengan aturan baru ini, karena penilaian wasit yang terkesan tak konsisten. Gloria Emanuele Widjaja, Rizki Amelia Pradipta, Melati Daeva Oktavianti, Mohammad Ahsan, hingga Fajar Alfian servisnya kerap dinyatakan fault. Saat itu Indonesia akhirnya gagal membawa pulang gelar juara. Kini, dengan tekanan lebih besar, bisakah masalah aturan baru tersebut diatasi?

    Baca: All England 2018 Dimulai Hari Ini, Simak Lawan Wakil Indonesia

    3. Seperti apa torehan Hendra/Ahsan yang kembali diduetkan?
    Pasangan ganda putra Indonesia Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, yang pernah merajai dunia, kembali dipasangkan pada 2018 ini. Mereka jadi semifinalis pada Jerman Open lalu. Kini mereka diharapkan bisa kembali bicara di All England, seperti pada 2014. Sejauh ini mereka masih berusaha mengembalikan performa terbaik mereka, termasuk soal kelemahan di sektor pertahanan.

    Baca: Peluang Juara di All England, Herry IP: Kita Harus Optimistis

    4. Kemajuan sektor tunggal
    Tunggal putra dan putri Indonesia pernah jadi kekuatan disegani di All England. Rudy Hartono pernah juara 8 kali. Susy Susanti sempat jaura dua kali. Belakangan sektor ini mengalami penurunan tajam. Kali ini, karena yang lolos ditentukan peringkat, hanya ada satu tunggal putri yang lolos, yakni Fitriani. Sedangkan di sektor tunggal putra ada tiga wakil, yakni Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, dan Tommy Sugiarto. Di turnamen-turnamen sebelumnya para pemain tunggal itu terkesan tak konsisten. Tapi, tentu mereka diharapkan membuat gebrakan mengejutkan di turnamen besar ini.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian Kominfo Memblokir Situs-Situs dengan Konten Radikal

    Kementerian Komunikasi dan Informasi telah memblokir 230 situs dan menghapus ribuan konten radikal dari berbagai platform.