Selasa, 11 Desember 2018

Menpora: Pemain Naturalisasi Maksimal Berusia 20 Tahun

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi Menpora, Imam Nahrawi yang berpasangan dengan Kevin Sanjaya saat bermain bulu tangkis melawan dua legenda bulu tangkis Indonesia, Candra Wijaya dan Ricky Subagdja dalam pertandingan persahabatan di CWIBC, Tangerang Selatan, 19 Desember 2017. Tempo/Ilham Fikri

    Aksi Menpora, Imam Nahrawi yang berpasangan dengan Kevin Sanjaya saat bermain bulu tangkis melawan dua legenda bulu tangkis Indonesia, Candra Wijaya dan Ricky Subagdja dalam pertandingan persahabatan di CWIBC, Tangerang Selatan, 19 Desember 2017. Tempo/Ilham Fikri

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi akan memperketat aturan naturalisasi atlet. Khusus untuk sepak bola, atlet yang dinaturalisasi maksimal berusia 20 tahun.

    "Kami tidak anti dengan naturalisasi. Tapi, melihat pandangan-pandangan yang berkembang di rapat DPR (dewan Perwakilan Rakyat), mengingatkan agar usulan naturalisasi betul-betul selektif untuk olahraga," kata Imam di sela persiapan kejuaraan usia muda Okky Splash di kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jakarta, Rabu, 14 Maret 2018.

    Baca: Mungkinkah Marko Simic Dinaturalisasi? Ada 4 Masalah Krusial

    Naturalisasi pemain sepak bola di Indonesia saat ini memang sedang gencar menjelang kompetisi Liga 1. Namun pemain naturalisasi banyak yang sudah berusia di atas 20 tahun. Pemain senior yang proses naturalisasinya baru saja selesai adalah Alberto Goncalves.

    Jika dilihat dari prosesnya, pemain yang saat ini memperkuat tim Sriwijaya FC tersebut menjalani tahapan naturalisasi sesuai dengan aturan, seperti sudah tinggal lima tahun di Indonesia.

    Kondisi berbeda terjadi pada Ezra Walian, yang dinaturalisasi dengan cepat.

    Tidak hanya pemain sepak bola, proses naturalisasi juga terjadi di cabang olahraga basket. Bahkan prosesnya dinilai cukup cepat karena bisa disetujui DPR mengingat pemainnya masih produktif.

    "Di luar ini, muncul nama-nama yang pernah diusulkan oleh pemerintah. Tapi sekarang seperti apa, tentu itu yang menjadi beban kami," ujar Imam.

    Baca: Timnas Basket Indonesia Butuh Tambahan Pemain Naturalisasi

    Orang nomor satu di Kementerian Pemuda dan Olahraga itu menegaskan adanya batasan usia tersebut bukan tanpa alasan karena proses naturalisasi sangat penting untuk perkembangan olahraga di Tanah Air. Dengan demikian, semuanya harus selektif dan sesuai dengan kebutuhan.

    "Usia produktif seseorang sangat penting untuk menambah kekuatan timnas. Untuk itu, kami harus hati-hati dan sebisa mungkin pemain yang dinaturalisasi adalah pemain yang produktif," ucap Imam.

    Selain di sepak bola dan basket, banyak cabang olahraga di Indonesia yang berharap bisa melakukan naturalisasi pemain untuk meraih prestasi terbaik dalam Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.