Asian Games 2018: Maria Londa Ingin Curi Ilmu di Amerika

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet atletik putri Indonesia Maria Londa melakukan lompatan pada nomor lompat jauh putri SEA Games XXIX Kuala Lumpur di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, 25 Agustus 2017. Ini merupakan medali perak kedua yang diraih oleh maria Londa. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Atlet atletik putri Indonesia Maria Londa melakukan lompatan pada nomor lompat jauh putri SEA Games XXIX Kuala Lumpur di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, 25 Agustus 2017. Ini merupakan medali perak kedua yang diraih oleh maria Londa. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Atlet lompat jauh Indonesia, Maria Natalia Londa, menyatakan ingin mencuri teknik dari para atlet saat melakukan try out ke Amerika Serikat pada April mendatang. Ia ingin mengetahui secara mendetail bagaimana para atlet itu menyusun strategi latihan dan melakukan fase pemulihan setelah perlombaan.

    "Soalnya, pas Olimpiade, mereka benar-benar menyembunyikan itu semua. Sekarang, kami ke sana untuk menjadi tamu dan ingin mencuri banyak ilmu dari mereka," ujar Maria saat ditemui di Stadion Madya, Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis, 29 Maret 2018.

    Bersama 12 atlet lain, Maria dijadwalkan bakal berangkat ke Westmont College, Santa Barbara, California, Amerika, pada 1 April 2018. Di sana, Maria cs akan menjalani pelatihan terpusat selama lebih-kurang satu bulan. Di sela-sela pelatihan itu, para atlet juga akan mengikuti sejumlah kompetisi lokal.

    Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) Tigor Tanjung mengatakan, di Amerika, para atlet asal Indonesia itu akan langsung ditangani pelatih atletik Harry Mara. Tigor menyebutkan Harry merupakan salah satu pelatih terbaik untuk nomor dasa lomba dalam cabang olahraga atletik saat ini.

    "Harry Mara menguasai 10 nomor di dasa lomba. Jadi kami akan manfaatkan itu," ucapnya. "Dan dia sudah bolak-balik Indonesia untuk melatih 10 nomor itu."

    Namun begitu, Tigor menyebutkan tidak semua atlet di nomor-nomor dasa lomba bakal diberangkatkan ke Amerika. Ia mengatakan hanya 13 atlet dari tujuh nomor yang akan diberangkatkan, yaitu atlet untuk nomor lompat jauh, lompat galah, tolak peluru, 3.000 meter halang rintang, estafet, serta lari sprint 100 meter dan 200 meter.

    Ketua PB PASI Bob Hasan berharap para atlet yang diberangkatkan ke Amerika dapat termotivasi untuk dapat tampil lebih baik dalam ajang Asian Games 2018 pada Agustus mendatang. Pasalnya, kata Bob, di Amerika, para atlet Indonesia akan menghadapi lawan-lawan yang lebih sulit saat melakoni kompetisi lokal.

    "Di sana, mereka akan melawan mahasiswa-mahasiswa di California. Jadi musuh-musuh mereka juga kelas dunia. Walaupun nanti kami kalah, tapi kami akan jadi lebih siap," tuturnya.

    ERLANGGA DEWANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.