Senin, 23 April 2018

Doohan Juara Kejurnas Balap Motor MotoPrix Seri 2

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yamaha Jupiter Z yang digunakan pada Yamaha Cup Race. (Dok. YMKI)

    Yamaha Jupiter Z yang digunakan pada Yamaha Cup Race. (Dok. YMKI)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembalap tim Yamaha Yamalube Bintang Centula 41 RK Attha Oku Timur IRC RCB NHK, Doohan Akbarruzaman, tampil cemerlang di kelas MP2 Kejuaraan Balap Motor Nasional MotoPrix Region 1 Seri 2 Padang 2018.

    Kejuaraan nasional yang berlangsung di Sirkuit Sutan Syahrir, Tabing, Padang, Minggu, 15 April 2018, membuat Doohan menjadi juara di kelas MP2, mengungguli Renggi Lukmana dan Agung Septian Alba.

    Baca: Galang Hendra Nyaris Cetak Poin di WSSP300 Aragon

    Berada di posisi kelima saat start tak membuat Doohan patah semangat. Doohan masuk ke posisi ketiga selepas start, tepat di belakang Agung Septian yang mendapatkan pole position di kelas MP2.

    Di kelas MP2 pada seri ini, Doohan bermain aman dan tidak terlalu ngotot pada lap-lap awal untuk menjaga suhu mesin motornya hingga ban IRC Fasti 2 yang ia gunakan tidak cepat habis. Strategi tersebut terbukti mengantarkan Doohan meraih podium utama di kelas MP2 Motoprix Region 1 Seri 2 Padang ini.

    Baca: Balap Motor YSR 2018: Yamaha IRC Kuasai Kelas Superstock 1000

    “Sejak awal lap, saya tidak bermain terlalu ngotot guna menjaga kondisi suhu mesin dan agar ban yang saya gunakan juga awet. Ban IRC Tire yang saya gunakan terbukti tangguh dalam menghadapi panasnya trek beton Lanud Tabing dan hal tersebut mengantarkan saya menjadi juara di kelas MP2 seri kali ini," ujar Doohan.

    Kemenangan Doohan dalam balap motor seri ini, selain menunjukkan ketangguhan IRC Fasti 2, juga menunjukkan kapabilitasnya sebagai salah satu pembalap terbaik di Sumatera saat ini.

    DON


     

     

    Lihat Juga

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Hari Kartini, Shahnaz Haque Berpesan Wanita Harus Seperti Kucing

    Inilah petuah selebritas Shahnaz Haque, atlet bulu tangkis Greysia Polii, dan peneliti laser Maria Margaretha Suliyanti untuk Hari Kartini 2018.