Kasus Liga Champions Juventus vs Madrid Berbuntut, Oliver Diteror

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cristiano Ronaldo berancang-ancang melakukan eksekusi penalti saat Real Madrid melawan Juventus dalam pertandingan Liga Champions di Santiago Bernabeu, 11 April 2018. REUTERS/Susana Vera

    Cristiano Ronaldo berancang-ancang melakukan eksekusi penalti saat Real Madrid melawan Juventus dalam pertandingan Liga Champions di Santiago Bernabeu, 11 April 2018. REUTERS/Susana Vera

    TEMPO.CO, Jakarta -  UEFA mengutuk pelecehan di internet yang ditujukan kepada Michael Oliver dan istirnya setelah wasit asal Inggris itu menghadiahkan penalti pada fase akhir pertandingan kepada Real Madrid saat melawan Juventus pada leg kedua perempat final Liga Champions pekan lalu.

    "UEFA mengutuk keras pelecehan yang ditujukan kepada Michael Oliver dan istrinya," kata badan sepak bola Eropa tersebut dalam pernyataannya.

    "Kami telah menghubungi mereka untuk menawarkan dukungan kami dan kami percaya otoritas-otoritas yang relevan akan mengambil tindakan terhadap individu-individu yang telah bersikap tidak layak di dalam dan di luar media sosial," lanjut pernyataan UEFA.

    Baca: Undian Liga Champions: Ini Perbandingan Kekuatan 4 Semifinalis

    Juventus, yang mampu mengejar defisit tiga gol dari leg pertama mereka, dibuat murka ketika Oliver menghadiahkan penalti karena pelanggaran yang dilakukan bek Medhi Benatia terhadap penyerang Real Lucas Vazquez.

    Cristiano Ronaldo mengonversi penalti untuk mengubah skor menjadi 3-1 dan membawa Real melaju ke semifinal dengan skor agregat 4-3.

    BBC melaporkan pada Minggu bahwa kepolisian Inggris telah melakukan investigasi terhadap teks-teks pesan yang mengancam terhadap istri Oliver, Lucy, yang akun twitternya juga menjadi sasaran pesan-pesan mengancam dan melecehkan.

    Baca: Liga Champions: Kena Kartu Merah, Buffon Termakan Ucapan Sendiri

    Oliver (33) dikritik keras oleh sejumlah pemain Juve setelah pertandingan, di mana kiper Gianluigi Buffon mengatakan bahwa sang ofisial itu tidak siap untuk pertandingan papan atas dan semestinya makan kripik di tribun penonton.

    Buffon, yang diusir keluar lapangan karena protes kerasnya, mengatakan bahwa Oliver memiliki "kotak sampah" dan bukan hati.

    Pada Sabtu lalu, Buffon mengatakan dalam satu wawancara bahwa ia akan mengulangi komentar-komentarnya namun dalam bahasa "yang lebih sopan." "Saya adalah manusia yang meletakkan hasrat, sentimen, dan kemarahan dalam apa yang saya lakukan," tutur Buffon soal aksinya di perempat final Liga Champions tersebut.

    Baca: Jadwal MotoGP Amerika: Pergelaran Keenam, Marquez Lima Kali Juara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.