Rabu, 22 Agustus 2018

Susy Susanti Hanya Targetkan Satu Gelar di Indonesia Open 2018

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain bulu tangkis ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad yang berpasangan dengan Liliyana Natsir saat bertanding melawan pemain bulu tangkis Indonesia Hafiz Faizal / Shela Devi Aulia pada Kejuaraan BCA Indonesia Open 2017 di JCC, Jakarta, 16 Juni 2017. Meski melawan rekan senegara, namun Tontowi / Liliyana mengaku tidak mudah untuk mengalahkan Hafiz / Shela. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Pemain bulu tangkis ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad yang berpasangan dengan Liliyana Natsir saat bertanding melawan pemain bulu tangkis Indonesia Hafiz Faizal / Shela Devi Aulia pada Kejuaraan BCA Indonesia Open 2017 di JCC, Jakarta, 16 Juni 2017. Meski melawan rekan senegara, namun Tontowi / Liliyana mengaku tidak mudah untuk mengalahkan Hafiz / Shela. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) , Susy Susanti, memasang target Indonesia untuk mendapat paling tidak 1 gelar juara pada ajang bulutangkis level tertinggi Blibli Indonesia Open 2018.

    “Kita sebagai tuan rumah, paling tidak 1 gelar kita raih.” ujarnya dalam acara konferensi pers Indonesia Open 2018 pada Senin 14 Mei 2018, di Hotel Fairmont Jakarta. “Target tersebut cukup realistis, karena peserta di turnamen ini (Indonesia Open) adalah pemain-pemain terbaik dari seluruh dunia.”

    Meski hanya menargetkan satu gelar juara, peraih medali emas Olimpiade 1992 itu menegaskan bahwa PP PBSI akan tetap mempersiapkan para atlet bulutangkis Indonesia sebaik mungkin untuk meraih prestasi yang membanggakan.

    Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum PP PBSI, Wiranto, bahkan tak mau berbicara soal target berapa gelar juara yang harus direbut Indonesia. Menurut dia, atlet seharusnya terus didorong dan tak dibebani target. 

    “Target dari saya bukan merupakan angka, namun harapannya adalah para pemain kita berkompetisi dalam kondisi puncak dari hasil latihan dan pembinaan.”

    Ia kemudian menambahkan bahwa pemain tidak seharusnya diberikan beban, namun harus tetap didorong untuk menampilkan kualitas terbaik yang dimiliki.

    Berbeda dengan PP PBSI, Atlet Ganda Putra, Marcus Gideon, memasang target tinggi dan mengungkapkan siapa yang akan menjadi lawan terberat. “Menurut saya sendiri, targetnya harus juara. Dan lawat terberatnya adalah Denmark dan Tiongkok” ujarnya.

    Marcus Gideon bersama dengan Kevin Sanjaya merupakan ganda putra dengan posisi tertinggi di dunia saat ini. Mereka telah menjuarai tiga turnamen level tertinggi berturut-turut yakni Indonesia Masters, India Open dan All-England Open pada awal 2018.

    Pergelaran Indonesia Open sendiri baru akan dimulai pada 3 - 8 Juli 2018.  Indonesia Open 2018 memperebutkan hadiah total senilai lebih dari US$ 1,25 juta atau setara dengan Rp 17 miliar. Jumlah tersebut mengalami kenaikan dari tahun belumnya karena level turnamennya yang juga meningkat. 

    SURYO PRABANDONO


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Sri Mulyani Vs Zulkifli Hasan, Apa Yang Terjadi?

    Perseteruan antara Ketua MPR Zulkifli Hasan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani makin panas. Simak perdebatan mereka ini.