Rabu, 22 Agustus 2018

Amanda Nunes, Petarung MMA Wanita Pertama Mengaku Sebagai Lesbian

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petarung MMA wanita asal Brasil, Amanda Nunes (kiri) seusai laga melawan Raquel Pennington dalam UFC 224 di Rio de Janeiro pada Sabtu 12 Mei 2018, yang dia menangi lewat TKO ronde 5. (mmafighting.com)

    Petarung MMA wanita asal Brasil, Amanda Nunes (kiri) seusai laga melawan Raquel Pennington dalam UFC 224 di Rio de Janeiro pada Sabtu 12 Mei 2018, yang dia menangi lewat TKO ronde 5. (mmafighting.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Amanda Nunes merupakan nama petarung MMA wanita di bawah UFC yang namanya sedang melambung saat ini. Petarung asal Brasil tersebut saat ini adalah juara kelas bantam wanita di UFC.

    Nama Nunes semakin melambung setelah dalam pergelaran UFC 224 di Rio de Janeiro akhir pekan lalu, menang TKO ronde 5 atas Raquel Pennington dari Amerika Serikat. Nunes mempertahankan gelarnya dalam pertarungan yang seru tersebut.

    Pertarungan tersebut menjadi tren di media sosial, sebab Pennington sebetulnya sudah menyatakan ingin menyerah saat istirahat ronde 4. Petarung berusia 29 tahun tersebut tak ingin melanjutkan ke ronde 5 karena hidungnya sudah patah.

    Baca: MMA: Tati, Petarung yang Tak Pernah Bercita-Cita Jadi Pegawai

    Namun tim pelatih Pennington tak setuju dan memintanya terus bertanding. Hasilnya fatal, Pennington yang sudah kehilangan semangat dihabisi Nunes dengan kejam lewat serangkaian pukulan dalam posisi tertunduk di lantai oktagon.

    Pennington luka parah, hidungnya patah, wajahnya remuk, dan dia berkubang dalam darahnya yang mengucur deras dari hidung. Warganet lantas menghujat tim pelatih Pennington sebagai kebablasan, karena memaksakan petarung yang sudah luka parah dan tak punya peluang menang untuk terus berlaga.

    "Semua orang boleh saja menghujat tim pelatih Pennington di media sosial. Namun menurut saya, mereka sudah melakukan pekerjaan yang hebat untuk Pennington. Semoga dia bisa sukses di pertarungan berikutnya," kata Nunes setelah pertandingan.

    Baca: MMA: Ini Cara Gabung dan Dikontrak Rp 1,4 M oleh One Championship

    Nunes merebut gelar kelas bantam dari Miesha Tate dalam pergelaran UFC 200 di Las Vegas pada 6 Juli 2016. Namanya semakin meroket ketika 5 bulan kemudian dalam UFC 207 di Las Vegas pada 30 Desember 2016, menang TKO hanya satu ronde atas petarung MMA wanita paling tenar di dunia, Ronda Rousey.

    Nunes adalah petarung yang mengakhiri karier Rousey di MMA. Setelah kalah dari Nunes, Rousey mundur dari UFC dan pindah ke gulat WWE.

    Di luar oktagon, kehidupan pribadi Nunes juga kontroversial. Dia adalah petarung MMA wanita pertama yang secara terbuka menyatakan diri sebagai seorang lesbian.

    Baca: MMA One Championship: Kalahkan Silva, Nobita Juara Dunia Lagi

    Nunes punya kekasih yang juga seorang petarung MMA asal Amerika Serikat , Nina Ansaroff. Pasangan ini tak segan-segan mengumbar hubungan asmara mereka, salah satunya dengan saling berciuman di atas oktagon setiap kali salah satunya usai bertanding.

    "Nina adalah mitra latih terbaik yang pernah saya miliki dalam hidup. Dia pemalu, namun hebat saat membantu saya dalam latihan. Dan yang terpenting, saya mencintainya," ujar Nunes usai mengalahkan Tate.

    Amanda Nunes adalah sosok petarung paling menjanjikan dalam persaingan di MMA wanita saat ini. Dia bersedia menghadapi siapapun kecuali satu petarung yang tidak akan pernah dia hadapi di dalam oktagon, yaitu Nina Ansaroff pasangan lesbiannya.

    MMA FIGHTING | OUTSPORTS | FORBES


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Sri Mulyani Vs Zulkifli Hasan, Apa Yang Terjadi?

    Perseteruan antara Ketua MPR Zulkifli Hasan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani makin panas. Simak perdebatan mereka ini.