Rabu, 23 Mei 2018

Piala Uber: Nitya Krishinda Lebih Berambisi Setelah Absen Lama

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain bulutangkis anda putri Indonesia, Nitya Krishinda Maheswari dan Greysia Polii saat berhadapan dengan ganda Inggris, Heather Olver dan Lauren Smith, pada Olimpiade 2106 di Rio de Janeiro, Brasil, 13 Agustus 2016. REUTERS/Marcelo del Pozo

    Pemain bulutangkis anda putri Indonesia, Nitya Krishinda Maheswari dan Greysia Polii saat berhadapan dengan ganda Inggris, Heather Olver dan Lauren Smith, pada Olimpiade 2106 di Rio de Janeiro, Brasil, 13 Agustus 2016. REUTERS/Marcelo del Pozo

    TEMPO.CO, Jakarta - Nitya Krishinda Maheswari terpilih menjadi salah satu pemain untuk kejuaraan bulu tangkis beregu putri, Piala Uber 2018, yang akan berlangsung di Thailand. Selepas cedera lutut lebih dari setahun terakhir, Nitya kembali bermain sejak akhir tahun lalu.
     
    Krisis kepercayaan diri menjadi salah satu masalah yang harus diatasi Nitya setelah comeback. Lama absen di turnamen besar, Piala Uber 2018 ini menjadi turnamen besar pertama baginya. Apalagi ia sudah tak ditandemkan dengan pasangan lamanya, Greysia Polii. 
     
    "Tinggal lebih mantepin keyakinan saya saja di lapangan. Soalnya kan hampir satu tahun saya off dan untuk mengembalikan kepercayaan di lapangan itu nggak segampang yang orang lain pikir," kata Nitya saat ditemui di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu, 16 Mei 2018. 

    Baca: Piala Thomas dan Piala Uber 2018: Skuad, Jadwal, dan Analisa Peluang

     
    Selama absen Nitya mengakui proses panjang operasi dan pemulihan ia jalani. Setelah dinyatakan siap bermain, dukungan bagi dia datang dari berbagai pihak. Kembali ke lapangan tak membuat dara kelahiran Blitar, 16 Desember 1988 itu grogi. Justru motivasinya untuk berprestasi lebih tinggi dibanding sebelumnya.
     
    "Kalau grogi nggak, tapi lebih berambisi untuk balikin lagi punya prestasi kayak sebelumnya dan bahkan bisa lebih baik lagi," kata Nitya.
     
    Sekembalinya dari cedera Nitya kerap berganti terus pasangan. Ia pernah dipasangkan dengan Yulfira Barkah hingga terakhir Ni Ketut Mahadewi Istarani. Nitya sempat mencuat sebagai pasangan ganda putri Indonesia nomor satu saat berpasangan dengan Greysia Polii dan meraih medali emas Asian Games 2014. Greysia saat ini dipasangkan dengan Apriyani Rahayu pasca cedera Nitya.

    Baca: Bulu Tangkis: Tim Piala Thomas dan Uber Bertolak ke Thailand, Target Juara

     
    Meski tak lagi berpasangan dengan Greysia, namun Nitya mengaku tak ada masalah sama sekali. Di Piala Uber kali ini pun ia siap jika dipasangkan dengan ganda putri manapun. 
     
    "Namanya kalau tim mau dipisah dari partner sebenarnya sudah jadi keharusan karena salah satu strategi. Kalo cocok-cocokkan, kita sudah saling tahu karakter pemain," kata dia. 
     
    Tim Uber Indonesia akan tergabung dengan Malaysia, Prancis, dan juara bertahan Cina. Meski bukan jadi unggulan, namun Nitya yakin tim Uber Indonesia bisa berbicara banyak di turnamen nanti.
     
    EGI ADYATAMA 

     

     

    Lihat Juga

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Teror di Indonesia Meningkat, RUU Anti Terorisme Belum Rampung

    RUU Anti Terorisme tak kunjung rampung padahal Indonesia telah menghadapi rangkaian serangan dalam sepekan, dari tanggal 8 sampai 16 Mei 2018.