Selasa, 11 Desember 2018

Kenangan Greysia Polii Soal Keraguan Meniti Karier Bulu Tangkis

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, saat beraksi di Hong Kong Open Superseries 2017, 21-26 November. (badmintonindonesia.org)

    Ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, saat beraksi di Hong Kong Open Superseries 2017, 21-26 November. (badmintonindonesia.org)

    TEMPO.CO, Jakarta - Atlet bulu tangkis nasional nomor ganda putri Greysia Polii menyoroti arti penting dukungan pihak lain dalam mendukung karier seorang atlet. Ia merasakan hal itu dalam perjuangan merebut prestasi di level internasional.

    "Bagi saya dukungan itu penting dalam karier saya, bukan hanya negara yang 'berinvestasi' besar untuk atletnya agar jadi juara, pengurus PBSI, dan keluarga. Saya tidak bisa menyia-nyiakan dukungan itu karena buat saya semua komponen sangat luar biasa meningkatkan nasionalisme," kata Greysia saat dihubungi di Jakarta, Kamis.

    Baca: Bulu Tangkis: Ada Desakan Ganti Pelatih, Apa Respons PBSI?

    Dukungan tersebut, kata Greysia, merupakan salah satu kekuatan yang menjadi jawaban atas keraguan hatinya tentang masa depannya sebagai atlet bulu tangkis nasional.

    Keraguan pemain ganda putri berusia 30 tahun itu muncul sejak dirinya mulai menekuni secara serius dunia bulu tangkis sebagai jalan hidupnya, kendati sejak mulai bermain pada usia lima tahun dirinya ingin menjadi kebanggaan Indonesia.

    "Dulu waktu saya mulai jadi atlet nasional pernah ada anggapan bahwa menjadi atlet tidak bisa menjadi pilihan jalan hidup, dengan kurangnya apresiasi dari negara. Waktu itu sempat bertanya apakah ini tepat sebagai tujuan hidup saya. Kalau gagal pasti akan terngiang-ngiang, benar gak saya akan diapresiasi," katanya.

    Baca: Bulu Tangkis: Pemain Ganda Putra Hanya Dapat Libur Lebaran 5 Hari

    Namun seiring berjalannya waktu, Greysia akhirnya mampu membuktikan bahwa anggapan tersebut keliru. Kini ia merasa profesi atlet sudah dihargai berbagai kalangan.

    "Akhirnya muncul komitmen. Dengan berjalannya waktu dibantu pelatih dan para senior, saya membuktikan bahwa atlet ternyata diapresiasi. Profesi atlet bisa menjamin masa depan," tutur dia.

    Dalam perjalanan kariernya di dunia bulu tangkis, Greysia memang sukses meraih berbagai prestasi tingkat internasional.

    Baca: Bulu Tangkis: Komposisi Ganda Putra Asian Games 2018 Belum Final

    Salah satu prestasi yang diraih, yakni medali emas Asian Games 2014 saat berpasangan dengan Nitya Krishinda Maheswari.

    "Dengan perubahan pandangan, saya ingin tularkan ke adik-adik atlet di bawah saya bahwa dengan adanya apresiasi besar dari pemerintah, saya ingin prestasi juga datang secara berkesinambungan," katanya.

    Saat ini, Greysia Polii berpasangan dengan Apriyani Rahayu. Keduanya telah meraih dua gelar superseries sejak kali pertama dipasangkan pada tahun 2017, yaitu Prancis Terbuka 2018 dan India Terbuka 2018.

    Baca: Hanna Ramadini Tinggalkan Pelatnas Bulu Tangkis PBSI

    Selain itu, Greysia/Apriyani pun diproyeksikan oleh Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) sebagai andalan di nomor ganda putri pada Asian Games 2018.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.