Persikabo Bogor Libas PSIS Semarang 4-1

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Kesebelasan Persikabo Bogor melibas tamunya, PSIS Semarang, 4-1 dalam lanjutan kompetisi Liga Indonesia di Stadion Cibinong, Bogor, sore ini.PSIS Semarang mendapat kesempatan unggul lebih dahulu di menit ke-4 lewat umpan Julio Lopez dan dapat diselesaikan dengan baik oleh Khsunul Yakin. Tembakan keras Khusnul gagal dibendung Fauzi Toldo yang menjaga gawang Persikabo.Tertinggal satu gol, tidak membuat Mardiansyah dan kawan-kawan patah arang. Serangan bertubi-tubi dilancarkan ke gawang PSIS yang dijaga I Komang Putra (IKP). Usaha itu pun membuahkan hasil. Gol Nico Susanto berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-27.Kepercayaan diri para pemain Laskar Padjajaran, julukan Persikabo terus menanjak di babak kedua dengan serangan yang bak air mengalir ke pertahanan PSIS. Sayang, beberapa peluang baik kurang berhasil dimanfaatkan anak-anak asuhan pelatih Suimin Diharja itu. Akhirnya nafsu para pemain mencetak gol pun terpuasi dengan gol indah Salomon Koube di menit ke-65.Mahesa Jenar terus tertekan. Anak-anak asuh Sartono anwar itu seperti dikendalikan oleh Persikabo yang menerapkan pola menyerang. Gol ketiga Laskar Pajajaran kemudian dicetak oleh Sairan di menit ke-71 dari luar kotak penalti. Di menit ke 86, lagi-lagi PSIS harus kembali pasrah karena gol yang dicetak Roger Batoum. Mantan penyerang Persija itu mendapat umpan lezat dari Novriyanto yang memberi bola dari pinggir gawang IKP.Kemenangan itu membuat Persikabo menambah tiga poin menjadi total 34 di peringkat 15 atau hanya terpaut tiga poin dengan PSIS Semarang yang hanya puas dengan tetap 37 poin. PSIS masih berada di peringkat 10 besar klasemen sementara Divisi Utama Liga Djarum Indonesia.(Rafly Wibowo)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.