Senin, 23 Juli 2018

Indonesia Open: Raih 2 Gelar, Indonesia Putus Mitos Angker Istora

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suporter mengibarkan bendera Merah Putih saat atlet Indonesia mendapatkan poin dalam pertandingan turnamen bulu tangkis Blibli Indonesia Open 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu, 7 Juli 2018. TEMPO/Fakhri Hermansyah.

    Suporter mengibarkan bendera Merah Putih saat atlet Indonesia mendapatkan poin dalam pertandingan turnamen bulu tangkis Blibli Indonesia Open 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu, 7 Juli 2018. TEMPO/Fakhri Hermansyah.

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia memastikan mendapat dua gelar juara dalam turnamen bulu tangkis Blibli Indonesia Open Super 1000 2018 yang digelar di Istora Senayan, Jakarta Pusat. Gelar juara diraih dari nomor ganda campuran lewat pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo.

    Kemenangan ini sekaligus memutus serangkaian mitos angker Istora bagi atlet Indonesia dalam Indonesia Open. Terakhir kali gelar juara diraih oleh pasangan ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan pada 2013.

    Owi/Butet, sapaan akrab Tontowi/Liliyana, sebenarnya mampu menjuarai turnamen ini pada 2017. Namun saat itu Indonesia Open digelar di Jakarta Convention Center (JCC), karena Istora dalam tahap renovasi. Setelah diresmikan kembali, Owi/Butet gagal juara di Istora. Pada awal 2018, mereka takluk di partai final Indonesia Masters 2018 dari pasangan Cina.

    "Saya senang bisa memberi gelar juara lagi. Mitos Istora angker enggak usah dibahas lagi. Sudah dibayar lunas," kata Liliyana setelah menjadi juara, Ahad, 8 Juli 2018.

    Hal yang sama diamini oleh pasangan ganda putra Marcus/Kevin. Mereka tercatat telah mengikuti turnamen ini sejak 2015. Mereka tak pernah berhasil lolos ke babak final sekali pun. Bahkan tahun kemarin mereka takluk di babak pertama.

    "Saya senang banget bisa juara di sini. Apalagi kan Istora terkenal angker," kata Kevin. Gelar juara ini sekaligus menjadi gelar Indonesia Open pertama bagi mereka.

    Meski begitu, Marcus/Kevin pernah menjadi jawara di Istora yang baru direnovasi. Mereka menjadi juara di Indonesia Masters 2018 pada awal tahun.

    Capaian Indonesia ini sekaligus mengulang keberhasilan meraih gelar juara di Indonesia Open lebih dari satu nomor. Prestasi dua gelar di Indonesia Open terakhir diraih pada 2008. Saat itu, Sony Dwi Kuncoro menjadi jawara di nomor tunggal putra, sedangkan Vita Marissa/Liliyana Natsir menjadi kampiun di ganda putri.

    Dalam partai final Indonesia Open yang digelar pada Ahad, 8 Juli 2018, Indonesia berhasil merebut dua gelar juara. Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir menjadi juara setelah menaklukkan pasangan Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying, dua set langsung. Sedangkan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo menang atas Takuto Inoue/Yuki Kaneko juga lewat pertandingan dua set.

    EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Zainul Majdi Memihak Prabowo di Pilpres 2014, Kini Memilih Jokowi

    Tuan Guru Bajang Zainul Majdi memberi dukungan pada Jokowi untuk Pemilihan Presiden 2019. Padahal ia dan dua tokoh ini sebelumnya mendukung Prabowo.