Jumat, 21 September 2018

Bulu Tangkis: Liliyana Natsir dan Berakhirnya Kutukan Istora

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia, Liliyana Natsir (kiri) dan Tontowi Ahmad menunjukkan medalinya setelah menjuarai final Blibli Indonesia Open 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Ahad, 8 Juli 2018. Tontowi dan Liliyana mengalahkan wakil Malaysia, Chan Peng Soon dan Goh Liu Ying. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia, Liliyana Natsir (kiri) dan Tontowi Ahmad menunjukkan medalinya setelah menjuarai final Blibli Indonesia Open 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Ahad, 8 Juli 2018. Tontowi dan Liliyana mengalahkan wakil Malaysia, Chan Peng Soon dan Goh Liu Ying. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, JakartaLiliyana Natsir, 32 tahun, mengakhiri kiprahnya di turnamen bulu tangkis Indonesia Open 2018 dengan manis. Ia dan pasangannya, Tontowi Ahmad, menjadi juara nomor ganda campuran.

    Di partai final, yang berlangsung di Istora Senayan Jakarta, Ahad, 8 Juli 2018, keduanya mengalahkan mengalahkan Chan Peng Soon/Goh Liu Ying (Malaysia), dengan skor 21-17, 21-8.

    Ini menjadi kemenangan yang sangat berarti bagi Liliyana, yang akan pensiun di akhir tahun ini. Turnamen ini menjadi Indonesia Open terakhir baginya.

    Ia juga sekaligus mampu memupus "kutukan" tak pernah menang di Istora. Sebelumnya, saat juara tahun lalu, mereka meraihnya di di Jakarta Convention Centre (JCC)Senayan.

    "Maknanya besar buat kami terutama buat saya walaupun tidak mau memikirkan, tapi tetap bertanya kok nggak bisa menang di Istora. Ini pengalaman luar biasa karena saya pasti akan merindukan momen ini, teriakan-teriakan penggemar semuanya akan saya rindukan," kata Liliyana.

    Apa rahasia kemenangan mereka? "Jadi dari kami sendiri, bagaimana mempersiapkan diri dengan baik, kondisi baik dan fokus agar bisa mendapatkan hasil maksimal," ujar Liliyana.

    Kendati telah "melunasi dengan tunai" rasa penasaran menang Indonesia Open di Istora, Liliyana masih berharap bisa memberikan yang terbaik bagi Indonesia di sisa waktu jelang pensiunnya. Satu gelar Asian Games yang juga akan dihelat di Istora juga diharapkannya dia bisa menjadi kado bagi Indonesia selanjutnya.

    Tontowi siap mendukung ambisi rekannnya itu. "Saya menghargai keputusan Liliyana untuk pensiun dan mengharapkan yang terbaik untuknya ke depan. Memang ada perasaan tidak rela, tapi jika ada awal pasti akan ada akhir, dan kenangan dengan Liliyana ini akan terus menjadi warna dalam karir saya," kata dia.

    Prestasi Liliyana Natsir:
    Juara Yonex Sunrise India Open Super Series 2011
    Juara Singapura Open Super Series 2011
    Runner-up Djarum Indonesia Open Super Series Premier 2011
    Juara SEA GAMES 2011
    Juara Yonex All England Badminton Championships 2012
    Juara India Open Super Series 2012
    Runner-Up Djarum Indonesia Open Super Series 2012
    Runner-up Denmark Open Premiere Super Series 2012
    Juara Yonex All England Badminton Championships 2013
    Juara Yonex Sunrise India Open Super Series 2013
    Juara Li-Ning Singapore Open Super Series 2013
    Juara BWF World Championship 2013
    Runner-Up Yonex Denmark Open Super Series Premier 2013
    Juara Victor China Open Super Series Premier 2013
    Juara Yonex All England Badminton Championships 2014
    Juara French Open Super Series 2014
    Runner-Up Yonex All England Badminton Championships 2015
    Juara Badminton Asia Championships 2015
    Runner up Korea Open Super Series 2015
    Juara Malaysia Open Superseries Premier 2016
    Juara Olimpiade Rio de Janeiro Brasil 2016
    Juara China Open Super Series Premier 2016
    Runner-up Badminton Asia Championships 2016
    Juara Hong Kong Open Super Series 2016
    Juara BWF World Championship 2017
    Juara Indonesia Open Super Series Premier 2017
    Juara French Open Super Series 2017
    Runner-up Daihatsu Indonesia Masters 2018
    Runner-up Badminton Asia Championships 2018
    Juara Blibli Indonesia Open 2018.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Richard Muljadi Ditangkap Ketika Menghirup Kokain, Ini Bahayanya

    Richard Muljadi ditangkap polisi ketika menghirup kokain, narkotika asal Kolombia yang digemari pemakainya karena menyebabkan rasa gembira.