Minggu, 23 September 2018

Zohri Sulit Cari Bendera Usai Juara, Begini Kata KBRI Finlandia

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lalu Muhammad Zohri, sprinter Indonesia yang memenangi final nomor 100 meter putra dalam Kejuaraan Dunia Atletik IAAF U20 di Tampere, Finlandia, Selasa 10 Juli 2018. (IAAF/Inasgoc)

    Lalu Muhammad Zohri, sprinter Indonesia yang memenangi final nomor 100 meter putra dalam Kejuaraan Dunia Atletik IAAF U20 di Tampere, Finlandia, Selasa 10 Juli 2018. (IAAF/Inasgoc)

    TEMPO.CO, Jakarta - Cerita soal Lalu Muhammad Zohri yang sempat kesulitan mencari bendera Merah Putih seusai menjadi juara dunia atletik U-20 di Finlandia sempat menjadi bahasan yang ramai di media sosial. Bagaimana sebenarnya duduk persoalannya?

    Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Finlandia menyatakan penaikan bendera Merah-Putih dalam Kejuaraan Atletik Dunia Junior 2018 untuk atlet Lalu Muhammad Zohri berlangsung secara digital.

    "Finlandia dan Estonia merupakan negara digital. Pengecualian pelayanan non-digital hanya untuk perkawinan, perceraian, dan pembelian rumah. Hanya lagu kebangsaan juara-juara dunia termasuk Indonesia Raya yang dikumandangkan di Stadion Tampere," kata Duta Besar Indonesia untuk Finalndia Wiwiek Setyawati Firman dalam keterangan tertulisnya, Jumat.

    Wiwiek menjelaskan pihak-pihak di luar petugas lapangan di Stadion Tampere tidak dapat masuk atau mendekati lintasan lari untuk memberikan bendera bagi Zohri.

    "Hanya wartawan televisi yang punya akses di garis finis. Media Amerika Serikat sangat banyak dan mereka siap meliput di garis finis. Mereka juga membawa bendera mereka karena yakin atlet AS selalu menang pada lari 100 meter," katanya.

    Menurut Wiwiek, media asal Indonesia tidak ada dalam kejuaraan dunia di Finlandia itu. Sedangkan para pelatih Indonesia duduk di tribun penonton dan tidak diperbolehkan masuk ke lintasan lari.

    "Hanya superman lah yang bisa meloncati pagar masuk ke lintasan untuk memberikan bendera di garis finis dengan cepat dalam tempo yang sama dengan wartawan AS yang sedari awal memang sudah siap siaga di garis finis," demikian siaran pers yang diterima Antara.

    Lalu Muhammad Zohri diapit dua pelari AS Anthony Schwartz dan Eric Harrison setelah menjuarai lari 100 meter di Kejuaraan Dunia U-20 di Finlandia, Rabu, 11 Juli 2018. (youtube.com)

    Staf KBRI di Finlandia, dalam keterangan pers itu, menyiapkan prosesi pengalungan medali pada Kamis, 12 Juli 2018, pukul 17.00 waktu setempat dan bukan Rabu malam, 11 Juli.

    "Banyak yang harus disiapkan KBRI untuk prosesi Kamis sore yaitu kaset Indonesia Raya, pendampingan wawancara media IAAF World U20 Championship, dan lain-lain," demikian siaran itu.

    Selain menyiapkan upacara pengalungan medali, KBRI di Finlandia juga telah menjemput tim atletik Indonesia sejak tiba di bandar udara di Helsinki pada Minggu, 8 Juli. "Kami juga sudah menyiapkan supir dan mobil khusus untuk membawa pasokan makanan dan minuman bagi tim PB PASI. Karena super ketatnya pengaturan panitia kejuaraan dunia itu, maka kami tidak diizinkan panitia untuk membawa tim PB PASI ke Wisma Duta untuk makan siang," ujar Wiwiek.

    Wiwiek menjelaskan mobil KBRI mengikuti mobil yang telah disediakan panitia untuk membawa tim PB PASI ke Stadion Tampere karena mobil KBRI telah membawa pasokan makanan dan minum bagi atlet dan ofisial Indonesia itu.

    Atlet atletik putra Indonesia Lalu Muhammad Zohri meraih gelar juara dunia lari 100 meter putra U-20 yang berlangsung di Tampere, Finlandia, Rabu malam, 11 Juli, waktu setempat.

    Atlet asal Lombok, Nusa Tenggara Barat itu, dalam keterangan tertulis Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) yang diterima Antara di Jakarta, Kamis, berhasil melewati garis finis dengan catatan waktu 10,18 detik.

    Zohri mengalahkan dua atlet Amerika Serikat Anthony Schwartz dan Eric Harrison yang menempati peringkat dua dan tiga dengan catatan waktu masing-masing 10,22 detik.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Richard Muljadi Ditangkap Ketika Menghirup Kokain, Ini Bahayanya

    Richard Muljadi ditangkap polisi ketika menghirup kokain, narkotika asal Kolombia yang digemari pemakainya karena menyebabkan rasa gembira.