Senin, 23 Juli 2018

Lalu Muhammad Zohri Dapat Bonus Rp 250 Juta dari Kemenpora

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelari Indonesia Lalu Muhammad Zohri meluapkan kegembiraannya seusai berhasil menjadi yang tercepat pada nomor lari 100 meter pada ajang IAAF World U20 Championships di Tampere, Finlandia, Rabu, 11 Juli 2018. Zohri berhasil meraih medali emas setelah mencatatkan waktu tercepat 10,18 detik. ANTARA FOTO/REUTERS/Lehtikuva

    Pelari Indonesia Lalu Muhammad Zohri meluapkan kegembiraannya seusai berhasil menjadi yang tercepat pada nomor lari 100 meter pada ajang IAAF World U20 Championships di Tampere, Finlandia, Rabu, 11 Juli 2018. Zohri berhasil meraih medali emas setelah mencatatkan waktu tercepat 10,18 detik. ANTARA FOTO/REUTERS/Lehtikuva

    TEMPO.CO, Jakarta - Sprinter muda Indonesia Lalu Muhammad Zohri akan mendapat bonus uang Rp 250 juta dari Kementerian Pemuda dan Olahraga. Bonus ini diberikan pasca Lalu berhasil meraih medali emas pada nomor bergengsi 100 meter putra, di Kejuaraan Dunia Ateltik U-20 di Finlandia.
     
    "Tentu kita akan memberikan apresiasi. Kami akan memberikan bonus seperti halnya yang kami berikan pada juara-juara dunia lain. Pasti kami berikan itu minimal Rp 250 juta, kami siapkan untuk itu," ujar Menpora Imam Nahrawi dalam konferensi pers di Kantor Kemenpora, Jakarta Pusat, Jumat, 13 Juli 2018.
     
    Imam mengatakan Zohri telah membuktikan pada dunia bahwa Indonesia juga bisa bersaing di level tertinggi atletik junior dunia. Dalam sejarah, Indonesia memang belum pernah meraih emas di kejuaraan dunia atletik junior itu.
     
    Tak hanya itu, Menpora juga berencana menyambut kepulangan Zohri dari Finlandia pada Selasa malam, 17 Juli 2018 mendatang di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang Selatan. Zohri ia anggap sebagai salah satu produk terbaik dari binaan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Nusa Tenggara Barat yang berada di bawah naungan Kemenpora.
     
    "Zohri simbol bahwa keterbatasan bukan halangan untuk berikan hasil terbaik bagi negerinya. Kemiskinan bukan halangan, itulah pintu awal untuk mencapai cita-cita tertinggi," kata Imam.
     
    Zohri yang masih berusia 18 tahun itu memang tumbuh di tengah kondisi ekonomi yang tak memadai. Kedua orang tuanya pun telah meninggal. Namun Zohri berhasil membuktikan dengan keterbatasan yang ada, ia tetap mampu menunjukan prestasi gemilang.
     
    Ia berhasil menjuarai sejumlah turnamen atletik tingkat nasional. Zohri pun akhirnya ditarik ke Pelatnas Ateltik di Jakarta dua tahun lalu. Terakhir, ia sukses menjadi juaea satu di nomor 100 meter putra pada Kejuaraan Dunia Atletik 2018 di Finlandia. Ia unggul dari dua sprinter asal Amerika Serikat yang lebih diunggulkan.
     
    Lalu Muhammad Zohri juga akan menjadi salah satu andalan Indonesia di Asian Games 2018 mendatang. Di sana, tantangan Zohri tergolong lebih berat karena akan berhadapan atlet senior dari Asia lainnya.
     
    EGI ADYATAMA 

     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Zainul Majdi Memihak Prabowo di Pilpres 2014, Kini Memilih Jokowi

    Tuan Guru Bajang Zainul Majdi memberi dukungan pada Jokowi untuk Pemilihan Presiden 2019. Padahal ia dan dua tokoh ini sebelumnya mendukung Prabowo.