Ini Atlet Nasional yang Tampil di Turnamen Tenis Meja UT-Tempo

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Turnamen Tenis Meja UT-Tempo

    Turnamen Tenis Meja UT-Tempo

    TEMPO.CO, Jakarta - Turnamen Tenis Meja Pelajar Nasional Universitas Terbuka - Tempo atau biasa disebut turnamen Tenis Meja UT-Tempo akan berlangsung di UTCC Universitas Terbuka, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, 20-22 Juli 2018. Turnamen diyakini akan tetap meriah meski sejumlah atlet nasional yang biasa jadi peserta tak bisa ikut karena harus mengikuti pemusatan latihan Asian Games 2018 di Cina.

    Para atlet yang tak bisa tatampil karena Asian Games itu adalah Bima Abdi Negara, Viki Supit, Gusti Aditya atau akrab disapa Yayat, Doni Prasetyo, Luki Purkani, dan Dennis Darmawan. 

    Panitia yakin persaingan akan tetap ketat. "Ada juga David Jacobs, dia juara bertahan, lalu ada Yon Mardiono, Fredi (Pramono) juga ikut, Gilang Maulana, dan masih banyak lagi," ujar David Solomon Doodoh, panitia turnamen, Rabu, 18 Juli 2018.

    Dalam turnamen ini peserta akan memperebutkan hadiah Rp 118 juta. Mereka akan dibagi dalam 10 kategori: Pemula Putra, Pemula Putri, Kadet Putra, Kadet Putri, Junior Putra, Junior Putri, Divisi 5, Non PON, Korporat, dan Umum.

    Salah satu nama peserta yang akan jadi daya tarik turnamen ini adalah juara bertahan, David Jacobs. Tahun lalu ia menjadi juara dengan mengalahkan Yon Mardiono di final. Selain itu, David juga sudah meraih penghargaan lainnya seperti medali perunggu pada Paralimpiade musim panas 2012.

    Turnamen Tenis Meja UT-Tempo yang digelar untuk memperingati hari lahir Universitas terbuka ini rutin digelar setiap tahun.

    ERVIRDI RAHMAT

    Keterangan: Berita ini telah diperbaiki pada Kamis, 19 Juli 2018, pukul 15.00 WIB, karena terjadi kesalahan informasi terkait peserta dari atlet Asian Games.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.