Presiden Erdogan Kecam Tindakan Rasis terhadap Mesut Ozil

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Turki Tayyip Erdogan bertemu dengan pemain sepak bola Arsenal, Mesut Ozil di London, Inggris 13 Mei 2018. Gambar diambil 13 Mei 2018. ]Kayhan Ozer / Istana Kepresidenan via REUTERS]

    Presiden Turki Tayyip Erdogan bertemu dengan pemain sepak bola Arsenal, Mesut Ozil di London, Inggris 13 Mei 2018. Gambar diambil 13 Mei 2018. ]Kayhan Ozer / Istana Kepresidenan via REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam perlakuan rasis pendukung tim nasional Jerman terhadap Mesut Ozil hanya karena pemain tengah ini berfoto dengan dirinya. Ozil akhirnya mundur dari timnas karena merasa dipojokkan.

    "Tindakan rasis terhadap seorang pemuda yang telah memberikan segalanya kepada tim nasional Jerman hanya karena keyakinan agamanya merupakan hal yang tidak dapat diterima," kata Erdogan kepada wartawan di Istanbul, Turki, Selasa, 24 Juli 2018.

    Baca juga: Mesut Ozil dan Potret Kelam Sepak Bola - Politik Jerman

    Pejabat di kota asal leluhur Ozil telah memasang lambang jalan yang baru, yang menampilkan foto dirinya dengan Erdogan pada Mei 2018, menggantikan foto lama yang menampilkan dirinya mengenakan kaus timnas Jerman, negara kelahirannya.

    Beberapa pejabat penting di Turki, termasuk Ketua Federasi Sepak Bola Turki Yildirim Demiroren, telah memberikan dukungan kepada Ozil sejak ia mengumumkan tidak akan bermain lagi untuk Jerman.

    "Kami mengutuk perlakuan, ancaman, dan pesan-pesan melecehkan yang ia terima karena kebudayaan dan latar belakangnya," ujar Demiroren.

    Salah satu politikus papan atas Jerman yang memiliki darah Turki, Cem Ozdemir, pada Senin, 23 Juli 2018, menuntut pengunduran diri Ketua Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) Reinhard Grindel, yang menurut Ozil menyalahkan dirinya karena Jerman tersingkir lebih dini dari Piala Dunia tahun ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.