Ngabalin Kembali Pimpin Olahraga Selam DKI Jakarta

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ali Mochtar Ngabalin. TEMPO/INSAN QURANI

    Ali Mochtar Ngabalin. TEMPO/INSAN QURANI

    TEMPO.CO, Jakarta - Ali Mocthar Ngabalin, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, kembali terpilih sebagai Ketua Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) DKI Jakarta untuk periode 2017-2021. Ia terpilih dalam Musyawarah Provinsi di Jakarta, Ahad, 29 Juli 2018.

    Ngabalin dipilih berdasarkan azas musyawarah mufakat oleh lima anggota Pengprov (pengurus provinsi) POSSI DKI Jakarta terdiri dari Pengkot POSSI Jakarta Pusat, Pengkot POSSI Jakarta Timur, Pengkot POSSI Jakarta Barat, Pengkot POSSI Jakarta Utara dan Pengkot POSSI Jakarta Selatan.

    “Kami sepakat memilih Dr Ali Mochtar Ngabalin menjadi Ketua Umum POSSI DKI Jakarta periode berikutnya setelah menunjukkan prestasinya pada periode sebelumnya,” kata salah satu peserta Musyawarah Provinsi, seperti termuat dalam rilis panitia.

    Pendapat ini dibenarkan oleh peserta lain yang tak bersedia disebutkan namanya, “Bang Ali, bagi kami, cocok untuk memimpin POSSI DKI Jakarta pada periode berikutnya. Beliau harus diberikan kesempatan memimpin periode ini,” tuturnya.

    Dr. Ali Mocthar Ngabalin MA, Dive Master dan pemegang lisensi A4 POSSI, tidak asing dengan olahraga selam. Sejak belia di kampung halamannya di Fak Fak, Papua Barat, laut bukanlah sesuatu yang asing.

    “Hari-hari kami bergelut dengan laut di kampung, sehingga ketika bertemu dengan olahraga ini 10 tahun silam di Jakarta, saya langsung jatuh cinta. Dari situ, saya bertekad menggeluti olahraga air ini hingga kini. Insya Allah sampai akhir hayat,” ujarnya pada sambutan penutupan musyawarah itu.

    Pada pidatonya, Ngabalin menjelaskan, pada periode kepempimpinannya, POSSI DKI Jakarta akan bekerja keras merebut kembali juara umum PON XX/2020 Papua. “Insya Allah kita sanggup menjadi juara umum karena POSSI DKI Jakarta didukung oleh kekuatan atlet luar biasa,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.