F1: Juara di Hungaria, Hamilton Bisa Liburan dengan Nyaman

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Mercedes, Lewis Hamilton, memegang pialanya saat merayakan keberhasilan finis terdepan dalam GP Jerman di Sirkuit Hockenheimring, Hockenheim, Jerman, 22 Juli 2018. Hamilton menjuarai GP Jerman lewat kemenangan dramatis setelah pesaing terdekatnya, Sebastian Vettel, tergelincir. AP

    Pembalap Mercedes, Lewis Hamilton, memegang pialanya saat merayakan keberhasilan finis terdepan dalam GP Jerman di Sirkuit Hockenheimring, Hockenheim, Jerman, 22 Juli 2018. Hamilton menjuarai GP Jerman lewat kemenangan dramatis setelah pesaing terdekatnya, Sebastian Vettel, tergelincir. AP

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembalap Mercedes, Lewis Hamilton, mengakui ia memasuki musim liburan Agustus dengan nyaman setelah memenangi balapan Formula Satu (F1) Grand Prix Hungaria, Ahad malam, 29 Juli 2018.

    Dengan kemenangan itu, Hamilton yang sejak awal berada di posisi start terdepan, memimpin klasemen umum dengan keunggulan 24 angka. Juara dunia empat kali itu membuatnya mengumpulkan 213 angka, mengungguli saingan terdekatnya Sebastian Vettel dari Ferrari (189).

    "Saya sebelumnya hanya bermimpi jika bisa dalam posisi seperti sekarang ini. Saya gembira menyambut musim liburan setelah kemenangan ini," katanya usai lomba.

    Pembalap asal Inggris itu melanjutkan, "Saya kira kondisi ini bisa berlangsung agak lama untuk tim dan mendorong semangat semua anggota tim menyambut musim liburan."

    Vettel finis urutan kedua dengan selisih 17,1 detik dari Hamilton, setelah lolos dari tabrakan dengan rekan satu tim Hamilton, Valtteri Bottas dan Daniel Riccirado, pembalap Red Bull asal Australia.

    Tim Ferrari yang sedang berduka setelah kematian mantan ketua tim Sergio Marchionne, menempatkan Kimi Raikkonen pada urutan ketiga dalam lomba yang berlangsung di Sirkuit Hungaroring yang panas dan kering.

    Bagi Hamilton, kemenangan di GP Hongaria mencatat rekor sebagai sukses keenam dari total 67 kemenangan sepanjang kariernya. Sejak babak kualifikasi, Sabtu, Hamilton memang sudah tidak terbendung.

    "Kami menyadari bahwa di sini Ferrari akan mendominasi, dan sukses bagi kami merupakan sebuah bonus," kata Hamilton. "Saya benar-benar gembira melihat kekuatan yang kami perlihatkan dalam beberapa lomba terakhir."

    Pada lomba terakhir di Grand Prix Jerman beberapa waktu lalu, Hamilton tampil sebagai juara meski harus mengawali dari start posisi ke-14.

    Berlomba pada suhu mencapai 50 derjad Celsius, strategi penggunaan ban merupakan hal yang sangat berpengaruh terhadap sukses Hamilton.

    Nasib sial dialami oleh Kimi Raikkonen karena ia harus berlomba tanpa air minum gara-gara timnya lupa untuk mengisi botol minum, sehingga ia harus masuk "pit" sebanyak dua kali, meski akhirnya berhasil meraih posisi ketiga.

    Lomba F1 berikutnya akan berlangsung di Belgia pada 28 Agustus.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.