Rabu, 12 Desember 2018

Timnas U-16 Kalahkan Myanmar, Fakhri Husaini: Modal Bagus

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain timnas Indonesia U-16 Amanar Abdilah (kiri) berusaha melewati pemain Myanmar Nyan Lin Htet dalam penyisihan grup A Piala AFF U-16 di Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa, 31 Juli 2018. ANTARA

    Pemain timnas Indonesia U-16 Amanar Abdilah (kiri) berusaha melewati pemain Myanmar Nyan Lin Htet dalam penyisihan grup A Piala AFF U-16 di Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa, 31 Juli 2018. ANTARA

    TEMPO.CO, JakartaTimnas U-16 Indonesia menjaga tren positif pada turnamen Piala AFF U-16 2018. Setelah menang 8-0 di laga pertama lawan Filipina, tim asuhan Fakhri Husaini itu mengalahkan Myanmar 2-1 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Selasa, 31 Juli 2018.

    Dua gol Timnas di laga itu diborong Amiruddin pada menit ke-8 dan 26. Hasil tersebut membuat Indonesia tetap memuncaki klasemen Grup A dengan nilai 6, unggul selisih gol dari Vietnam.

    Fakhri Husaini senang dengan kemenangan itu. “Pertama, saya mengucapkan syukur Alhamdulillah kami bisa mendapatkan tiga poin di pertandingan kedua kami. Ini modal yang baik. Melawan Myanmar selalu ketat dan keras. Situasi yang sama pernah kita hadapi saat lawan mereka, salah satunya di turnamen Tien Phong, Vietnam,” kata dia.

    Fakhri enggan komentar soal wasit yang sempat diprotes pemain saat memberi penalti buat Myanmar. “Saya tidak mau membahas wasit terlalu panjang. Itu sudah ada yang mengaturnya. Tapi saya rasa harus ada seseorang yang merespon emosi pemain dan mengontrol serta memimpin jalannya pertandingan dengan baik. Harusnya ada seorang yang bijak dan bisa melindungi pemain dengan baik diatas lapangan,” ujarnya.

    Bagi pelatih Myanmar, kekalahan pertama ini menjadi bahan perbaikan buat timnya. Sekaligus pengalaman buat para pemainnya. “Kita bisa melihat sendiri hasilnya. kedua tim bermain baik. Indonesia main lebih baik dari kami. Tapi pemain kami tampil tanpa beban. Mereka tidak peduli siapa lawannya. Mereka hanya bermain sepak bola, karena cinta akan olah raga ini. Kami lemah di penyelesaian akhir. Bagi saya, ini pengalaman berharga untuk pemain kami,” ujar pelatih Nyi Nyi Latt.

    Mengenai wasit, pelatih tersebut menyampaikan pandangannya. “Permainan ini keras. Ini kompetisi, kedua tim ingin menang. Pengadil lapangan hanya punya dua mata, saya rasa mereka sudah bekerja dengan baik. Tugas kami sebagai pelatih untuk bisa mengontrol pemain. Saya rasa diusia mereka itu wajar,” tutur Nyi Nyi Latt.

    Pada laga selanjutnya, Kamis, 2 Agustus, Timnas U-16 akan melawan Vietnam.

    PSSI


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Avengers End Game, Para Jagoan yang Selamat Menuju Laga Akhir

    Sejumlah jagoan yang selamat dari pemusnahan Thanos di Infinity War akan berlaga di pertarungan akhir di Avengers Infinity War.