Selasa, 21 Agustus 2018

Target 10 Besar Asian Games 2018: Ini Hitung-hitungan Medalinya

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Stadion Utama Gelora Bung Karno yang dihiasi lampu warna warni di Jakarta, 13 Februari 2018. Stadion Utama GBK baru selesai direnovasi menjelang pelaksanaan Asian Games 2018. ANTARA

    Suasana Stadion Utama Gelora Bung Karno yang dihiasi lampu warna warni di Jakarta, 13 Februari 2018. Stadion Utama GBK baru selesai direnovasi menjelang pelaksanaan Asian Games 2018. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia memiliki target besa untuk menembus 10 besar di Asian Games 2018 mendatang. Bermodalkan sebagai tuan rumah, target ini dinilai realistis dan dapat diwujudkan.
     
    Merujuk pada prestasi Indonesia di Asian Games 2014 Incheon, raihan ini tergolong berat. Saat itu Indonesia hanya finis di peringkat 17 dengan mendulang 4 emas saja. Qatar yang saat itu meraup 10 emas berhasil finis di peringkat 10. Atas dasar itu, Indonesia menargetkan setidaknya 16 emas harus didapat agar dapat menembus sepuluh besar Asia.
     
    Beberapa cabang olahraga baru menjadi tumpuan Indonesia. Dari 10 cabang baru yang pertama kali dipertandingkan, hampir setengah di antaranya diharapkan menjadi lumbung emas Indonesia. Cabang-cabang itu adalah Bridge, Jetski, Pencak Silat, serta Paralayang.
     
    "Dari 32 number of event dari 4 cabor itu. Kalau saja empat cabang ini mendapat 32 persen atau 12 medali emas saja, kita bisa berada di peringkat delapan jika dibanding saat di Incheon. Itulah yang menangkat Indonesia bisa masuk ke 10 besar," kata Deputi 4 Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga, Mulyana, dalam diskusi di Hotel Belezza, Jakarta Selatan, Kamis, 2 Agustus 2018.
     
    Dari empat cabang itu, Pencak Silat menjadi yang paling diharapkan banyak menyumbang medali, dengan target enam emas. Disusul dengan Paralayang, Bridge, dan Jetski yang masing-masing ditargetkan mampu meraih dua emas.
     
    Atlet Indonesia di keempat cabang ini memang telah mendunia. Sebut saja Rika Wijayanti hingga Jafro Megawanto di paralayang, juga Aero Sutan Aswar yang pernah menjadi juara dunia Jetski di usia muda. Belum lagi Pencak Silat yang merupakan olahraga asli Indonesia.
     
    "Dari Pencak Silat saja misalnya, kita tahu juara seni, single Putra-Putri, ganda Putra-Putri, itu bisa kita ambil semua. Soalnya kita posisinya juara dunia," kata Mulyana.
     
    Menurut Mulyana, hal ini kemudian ditegaskan kembali dengan hasil try out yang menunjukan hasil memuaskan dari tiap cabang itu. Hanya Jetski yang baru sekedar memberi kabar baik saja, tanpa memberikan data hasil try out yang sebenarnya. 
     
    Mulyana mengatakan seluruh prediksi ini belum ditambahkan dengan beberapa cabang olahraga potensial yang telah lama dipertandingkan di Asian Games. Ia mengkalkulasi setidaknya ada enam cabang yang juga besar potensinya dapat menambah koleksi emas Indonesia.
     
    Cabang-cabang itu adalah Bulu Tangkis, Taekwondo, Wushu, Angkat Besi, Rowing, dan Canoeing. Meski tak seluruh cabang memiliki sejarah menyumbang emas, namun Mulyana memperhitungkan emas juga dapat muncul dari sana.
     
    Dari Bulu Tangkis misalnya, ada nama-nama seperti pasangan ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamulyo dan pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang prestasinya sedang melejit. Ada pula Lindswell Kwok dari Wushu yang merupakan penyumbang emas di Asian Games 2014 Incheon lalu. 
     
    Mulayan pun memperkirakan secara keseluruhan, Indonesia berpeluang dapat meraih 16 hingga 20 emas di Asian Games 2018 mendatang. Meski begitu, ia menegaskan bahwa hal ini baru merupakan prediksi hasil dari perhitungan antara Kemenpora dengan tiap induk cabang olahraga.
     
    "Karena itu hari Senin kami akan undang manajer olahraga untuk meminta pembuktian benar atau tidaknya," ujar dia.
     
    Asian Games 2018 akan dibuka pada 18 Agustus 2018 mendatang. Sebanyak 45 negara akan berpartisipasi di 40 cabang olahraga yang akan dipertandingkan nanti. 
     
    Prestasi terbaik Indonesia di turnamen multi event empat tahunan itu terjadi 56 tahun silam, saat Indonesia pertama kalinya menjadi tuan rumah pada Asian Games 1962. Saat itu Indonesia finis di peringkat 2 di bawah Jepang. Namun 20 tahun terakhir, Indonesia tak mampu lagi menembus 10 besar di Asia.
     
    EGI ADYATAMA 

     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Prestasi Defia Rosmaniar Peraih Emas Pertama Indonesia

    Defia Rosmaniar punya sederet prestasi internasional sebelum meraih medali emas Asian Games 2018.